::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Ijab Kabul Pernikahan Harus Satu Napas, Benarkah?

Ijab Kabul Pernikahan Harus Satu Napas, Benarkah?

Di beberapa daerah di Indonesia kerap dijumpai satu pemahaman di masyarakat bahwa salah satu syarat sahnya ijab kabul adalah apabila diucapkan dalam satu tarikan napas. Bagaimana sebenarnya fiqih Islam mengatur hal itu? Benarkah pengucapan dalam satu napas menjadi syarat sahnya ijab kabul sebuah pernikahan?

Ijab Kabul Pernikahan Harus Satu Napas, Benarkah?
Selasa, 25/09/2018 20:15Nikah/Keluarga

Ijab Kabul Pernikahan Harus Satu Napas, Benarkah?

Di beberapa daerah di Indonesia kerap dijumpai satu pemahaman di masyarakat bahwa salah satu syarat sahnya ijab kabul adalah apabila diucapkan dalam satu tarikan napas. Bagaimana sebenarnya fiqih Islam mengatur hal itu? Benarkah pengucapan dalam satu napas menjadi syarat sahnya ijab kabul sebuah pernikahan?

Cerita Muhammad Terbebas dari Maksiat
Selasa, 25/09/2018 19:00Hikmah

Cerita Muhammad Terbebas dari Maksiat

Allah menjaga Muhammad jauh sebelum ia menjadi seorang nabi dan rasul. Merujuk buku Sahabat Cilik Rasulullah, setidaknya Allah menjaga dan melindungi Muhammad dari dua perbuatan maksiat –bahkan dari perbuatan yang tidak patut sekalipun- pada masa kanak-kanaknya. Sehingga Muhammad kecil terbebas dari maksiat atau pun dari hal yang kurang pantas. 
Menristekdikti dan Bupati Rembang Semangati Santri Pesantren Sarang
Selasa, 25/09/2018 17:45Nasional

Menristekdikti dan Bupati Rembang Semangati Santri Pesantren Sarang

Di hadapan ribuan santri Al-Anwar, M Nasir memotivasi agar tidak perlu berkecil hati menjadi santri. Sebab, dalam benaknya dulu sebagai santri di pesantren yang sama, tak pernah terlintas di pikirannya bakal menjadi seorang rektor universitas ternama di Indonesia, terlebih menteri.