Indonesia Arabic English
  Tentang NU Perangkat Pengurus Kontak
  Warta
  Ubudiyyah
  Syariah
  Warta Daerah
  Analisa Berita
  Kolom
  Halaqoh
  Taushiyah
  Iptek
  Fragmen
  Agenda Kegiatan
  Humor
  Redaksi
  Buku Tamu
  Galeri
  Links
  Khotbah
  Kantor
 
 
 
 
Polling NU
 

Bagaimana pendapat anda tentang ulama tidak perlu mensholati koruptor sebagai hukuman moral, termasuk kepada keluarganya

Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Arsip Polling

 

Warta

Gus Dur Meninggal Dunia
Rabu, 30 Desember 2009 20:06

Jakarta, NU Online
Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun, mantan presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa dikenal Gus Dur telah meninggal dunia pada pukul 18.45 WIB.

Kepala tim dokter yang menangani Gus Dur dr Yusuf Misbah, mengatakan kondisi Gus Dur sebenarnya sempat membaik namun pada Rabu siang tadi, pukul 11 kembali memburuk karena penyakit komplikasi antara diabetes, ginjal, stroke dan jantung.
 
Pada pukul 18.15 kondisi gus dur dinyatakan kritis dan pada pukul 18.45 dinyatakan meninggal dunia. Mala mini juga, jenazah Gus Dur akan dibawa ke kediamannya di Ciganjur.

Adik Gus Dur, Gus Solah menyatakan sampai saat ini belum ada keputusan jenazah Mantan Ketua Umum PBNU ini akan dimakamkan dimana karena masih menunggu rapat keluarga, Namun, ada kemungkinan akan dimakamkan di Jombang, tanah kelahirannya. "Kami menunggu keputusan keluarga untuk dimakamkan di mana," tuturnya.
 
Sampai berita ini diturunkan, RSCM telah dipenuhi para aktifis, wartawan dan simpatisan Gus Dur. Para pengurus PBNU juga telah tampak hadir melayat. Tampak Lily Wahid, menteri PDT Helmy Faisal, Mudji Sutrisno, dan lainnya. (mkf)

« Kembali ke arsip Warta | Print| Share

Berita Terkait:


Komentar:


ihsanudin menulis:
doku mengiringi kepergianmu....
smga sgala amal dterima qjji swt...
& dmaafkan sgla ksalahanya...
jasamu kan jadi amal jariyah...
smangat mu kan jadi smangat kita...... Amin Ya Robal Alamin..
lukman menulis:
saya menyampaikan banyak terimakasih atas sumbangsih yang beliau berikan kepada bangsa, rasanya sulit untuk mencari penggantinya, semoga di terima disisiNya
Mursyid UNARS menulis:
Selamat jlan guruku,sang humanisme,tokoh bangsa.perjuanganmu akan slalu ku kenang.smga diterima disisi Allah Swt.AMIIIIIIIIIIIIN
m.musthofa menulis:
allah igfir lah ...war hamhu....wa'fu anhu....
Ario Helmy menulis:
Saya menangis tapi mengikhlaskan. Saya bersyukur dan merasa berbesar hati, Gus Dur sempat memberikan Prolog buat Biografi kakek saya, KH Zainul Arifin, Berdzikir Menyiasati Angin.Semoga amal ibadah Gus diterima Allah SWT. Amin
Zulfiadi Suprayitno menulis:
Gus, selamat jalan .... semoga amal ibadahmu diterima Allah SWT .... Tiada lagi yang menghidupkan suasana demokrasi ini ... Engkau sungguh luar biasa dalam menanggapi masalah yang dihadapi bangsa ini ... Engkau begitu hebat dalam memainkan peran sebagai bapak bangsa ini .... Engkau begitu bersahaja dalam kehidupanmu ... Gus, kami betul-betul kehilanganmu yang selalu mengatakan begitu saja kok repot! ... Kali ini kami betul-betul repot untuk mencari penggantimu yang betul-betul tidak repot! ... Hanya ajaran, tulisan dan buku-bukumu yang akan menemani kami dalam mencoba menggali pikiran-pikiranmu yang selama ini memang kami belum mampu untuk bisa tahu apa yang sebenarnya engkau mau ... Ya Allah, ampunilah kekhilafan beliau dalam mengisi hidupnya selama ini ...
Yoko menulis:
Selamat jalan Gus Dur. Pemikiran2mu telah membukakan hati bangsa ini pada makna demokrasi dan kemajemukan.
Beristirahatlah dengan tenang, kami akan meneruskan cita2 dan perjuanganmu
Ya Allah, ampunilah dan terimalah beliau di sisiMu
Mustaqim Zainofa Putra menulis:
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu, wawassi' madkholahu waj'alil jannata matswahu, irfa' lahud darojat wadlo'if lahul hasanat wakaffir 'anhus sayyi-at, waj'al qobrohu roudlotan min riyadlil jinan, wala taj'al qobrohu hufrotan min huffarin niron... amin ya Robbal'alamin
udin menulis:
innalillahi wainnailaihi raji'un Ya Allah semoga engkau berkenan menerima segala amal baik gus dur dan mema'afkan segala kesalahannya dan semoga mendapat tempat yang Engkau ridloi disisi-Mu Ya Allah. amin ya rabbal 'alamin
oji menulis:
.. Selamat jalan Guruku, Kiyaiku yang mulia.. Ya Allah.. terimalah segala amal perbuatannya, ampuni segala dosanya, dan tempatkanlah beliau disisimu yang paling mulia. Amin.. ya rabbal alamin..

Gus Dur, ajaranmu tidak akan pernah mati.. namun akan selalu hidup di hati sanubari kami semua.. untuk selamanya...

Nama
Email
Website
Judul komentar
Komentar

Kode
Masukkan kode huruf di atas pada isian di bawah ini
 

kembali ke atas
 

 

» FASAL TENTANG SHALAT TARAWIH (4-Habis)
Penjelasan Sahabat Umar Tentang Bid'ah yang Baik (31/08/2010)
» FASAL TENTANG SHALAT TARAWIH (3)
Lebih Utama Mana Shalat Tarawih Berjamaah Atau Sendiri? (24/08/2010)
Arsip
» Mengenal Asuransi Syariah (15/06/2010)
» Hukum Sadap Telepon (31/05/2010)
Arsip
» Komitmen Keaswajaan dan Kebangsaan (28/08/2010)
» Hilangnya para Penggede (29/07/2010)
Arsip
» REKOMENDASI
Lokakarya Nasional Pengembangan Rumah Sakit NU dalam Era Globalisasi (13/03/2010)
» Rekomendasi Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia (25/12/2009)
Arsip
» Arah Kiblat dari Indonesia (18/07/2010)
» Gerakan Peduli Roshdul Kiblat (27/05/2010)
Arsip
» Kepemimpinan Kiai Anwar Musaddad (23/07/2010)
» Kiai Machfudz Siddiq Sang Pemula (22/06/2010)
Arsip
» MEMBANGUN KEDAULATAN PANGAN
Rekonstruksi Kiblat Kebijakan Ekonomi Politik Nasional (31/08/2010)
» Pesantren dan Wajah Islam Indonesia (24/08/2010)
Arsip


 

© 2005 PBNU. All Rights Reserved. Powered by TRANSFORMATIKA
Best viewed with IE 5 or above in 800x600 monitor resolution.

Ke Halaman Utama Tokoh Buku