Indonesia Arabic English
  Tentang NU Perangkat Pengurus Kontak
  Warta
  Ubudiyyah
  Syariah
  Warta Daerah
  Analisa Berita
  Kolom
  Halaqoh
  Taushiyah
  Iptek
  Fragmen
  Agenda Kegiatan
  Humor
  Redaksi
  Buku Tamu
  Galeri
  Links
  Khotbah
  Kantor
 
 
 
 
Polling NU
 

Bagaimana pendapat anda tentang ulama tidak perlu mensholati koruptor sebagai hukuman moral, termasuk kepada keluarganya

Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Arsip Polling

 

Warta

PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat
Jumat, 23 Februari 2007 10:35

Jakarta, NU Online
Rokok Tali Jagat yang dulu diidentikkan dengan rokok milik warga NU dengan logo bola dunianya kini sepenuhnya kepemilikannya sudah beralih tangan. PBNU telah menjual 25 persen saham yang dimilikinya pada PR Jagat Raya Persada, salah satu anak perusahaan PT Bentoel.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menjelaskan bahwa PT Bintang Bola Dunia, produsen rokoh tersebut membutuhkan tambahan modal untuk mendukung bisnisnya. Namun PBNU tidak memiliki modal yang memadai.

“Daripada kita tidak memiliki hak suara yang memadai, kita putuskan untuk menjual kepemilikan yang kita miliki,” tuturnya di PBNU kemarin.

Hasil penjualan saham senilai sekitar 1.7 M tersebut dimasukkan ke dalam rekening dana abadi PBNU yang menambah jumlah sebelumnya yang sudah mencapai 5 milyar.

Rokok ini diluncurkan pertama kali ke masyarakat pada 2 Januari 2003 lalu dengan fokus pemasaran warga nahdliyyin dan memberdayakan petani tembakau dan cengkeh yang banyak dimiliki warga NU agar hasil perkebunannya terakomodasi.

Kala itu, Kiai Hasyim menjelaskan pendirian pabrik rokok ini tidak untuk mengajak orang yang tidak merokok untuk menjadi perokok, tapi mengakomodasi nahliyyin yang jadi perokok yang sekaligus nantinya diharapkan bisa membantu pemberdayaan ekonomi warga NU. Dipasaran, rokok sigaret kretek tangan (SKT) ini dijual seharga Rp. 3.800 per bungkus. (mkf)

« Kembali ke arsip Warta | Print| Share


Komentar:


Abdul Mutaqin menulis:
Langkah maju. Saya tidak ingin berkomentar banyak. Memang dilematis. Satu sisi, rokok sangat berbahaya bagi kesehatan dan sudah banyak membunuh pelakunya, tapi, petani tembakonya warga nahdliyin. Komandannya pun, punya saham di perusahaan rokok. Alasannya mengakomodasi nahliyyin yang jadi perokok yang sekaligus nantinya diharapkan bisa membantu pemberdayaan ekonomi warga NU. Menarik maslahat, atau menolak mafsadat. Saya tidak tahu. Al-hamdulillah jika sahamnya dijual. Mudah-mudahan petani tembakonya dapat beralih kepada usaha lain. Insya Allah, bumi Allah terbentang luas, dan rezki yang disiapkan-Nyapun lebih luas dari bumi-Nya. Kita sedih, jika melihat anak-anak SMP atau SD, sudah sangat fasih menghisap racun itu. Maju terus para Ulama, perlahan-lahan akan ada lagi langkah maju NU.
Abdul mutaqin menulis:
Sudah ada komentar kok
Tentang Kanker

Anak-anak yang lahir tahun 1985, diperkirakan sepertiganya akan pernah menderita kanker, dan kira-kira seperempatnya akan meninggal karena kanker. Kita semua memiliki keluarga atau teman yang mengidap kanker. Tabel berikut memaparkan jumlah pengidap kanker di US tahun 1993.

Jumlah
Penderita Jumlah
Kematian Persen Kematian
dari Seluruh
Kanker
Paru-Paru 170 000 149 000 28%
Usus Besar 152 000 57 000 11%
Payudara 183 000 46 300 9%
Leukemia 93 000 50 000 9%
Prostat 165 000 35 000 7%

Kanker pembunuh terbesar, yaitu kanker paru-paru, membunuh hampir 90% penderitanya, atau hampir 30% dari seluruh kematian akibat kanker. Namun sesungguhnya justru kanker paru-parulah yang paling mudah dicegah. Surver dalam beberapa dekade menunjukkan bahwa satu-satunya penyebab mayoritas kanker paru-paru adalah asap rokok.



Karsinogen

Zat-zat karsinogen (pemicu kanker) yang terkandung pada rokok adalah:

* vinyl chloride
* benzo (a) pyrenes
* nitroso-nor-nicotine

Satu-satunya zat yang lebih berbahaya daripada asap rokok dalam memicu kanker paru-paru adalah zat-zat radioaktif. Itu pun jika dimakan atau dihidap dalam kadar yang cukup.



Efek Kanker Paru-Paru

Gambar di bawah menunjukkan paru-paru yang dirusak oleh kanker. Gambar di kanan (diperbesar) menunjukkan alveoli yang terkena kanker.



Kematian umumnya bukan terjadi karena kesulitan bernafas yang diakibatkan oleh membesarnya kanker, tetapi karena posisi paru-paru dalam sistem peredaran darah menjadikan kanker mudah menyebar ke seluruh tubuh. Penyebaran metastase ke arah otak dan bagian kritis lainnya lah yang mengakibatkan kematian itu. 90% penderita meninggal dalam 3 tahun setelah diagnosis.



Korelasi Dengan Rokok

Industri rokok menganggap bahwa kaitan antara jumlah penderita kanker paru-paru dengan tingginya konsumsi rokok hanay merupakan kebetulan. Namun grafik-grafik di bawah, dari berbagai penelitian menunjukkan korelasi yang sangat positif dan sangat konsisten bahwa satu-satunya penyebab kanker paru-paru secara umum adalah konsumsi rokok.


Fuad Baradja menulis:
Setelah membaca berita ini dan meneruskannya ke milis Anti Tembakau , berikut adalah komentar dari salah satu anggota milis :
---------------------------------------------------
Di sini nampak akal pengusaha besar. Ketika ia membutuhkan dukungan NU karena warga NU yang dapat dijadikan konsumennya sangat besar. Begitu sudah mapan, ia katakan perusahaan membutuhkan tambahan dana. Sesuai dengan prosentase saham awal, tiap pemegang saham diminta menambahkan dana dengan proporsi yang sama. Kalau tidak bisa, maka prosentase sahamnya akan menjadi kecil dan hak suara pun makin kecil. Secara halus sebenarnya terjadi "habis manis sepah dibuang". Mudah-mudahan mejadi pelajaran bagi NU atau siapapun yang ingin berkongsi dengan pengusaha besar.
Komentar saya yang kedua, kalau NU tidak mau, maka sahamnya akan dibeli oleh pemegang saham terbesar seperti yang diberitakan tsb. Harga saham pun telah diatur melalui proses pembukuan (yang tentu dikuasai oleh pengusaha besar) dan dikatakan bahwa harga saham kali ini hanya segitu. Mau tidak mau NU harus menerimanya.
Yang ketiga, menjadi pertanyaan apakah benar kongsian semacam itu telah menaikkan harkat/ekonomi warga NU yang menjadi petani cengkeh atau tembakau? Harap diketahui, pasar daun tembakau yang dihasilkan itu ditetapkan oleh produsen rokok yang tentunya dalam hal ini menjadi pembeli tunggal produk tembakau petani tersebut. Petani tidak mempunyai kekuatan untuk menjualnya ke pasar terbuka, kalau pun ada. Jadi bahwa kesertaan NU dalam kongsian ini akan meningkatkan harkat petani tembakau sebenarnya hanya ilusi.
Adakah yang pernah melakukan penelitian mengenai pendapatan petani tembakau tersebut?

irul cube menulis:
masyarakat indonesia seoalah-olah benar sendiri...ini dikarenakan pola pikir mereka tidak sejalan dengan tindakannya...mengapa kita menginginkan sesuatu yang merusak diri...

tetapi aku bukannya berkomentar tetapi gak ngasih solusi..

saranku adalah ganti perusahaan rokok tersebut dengan perusahaan permen....
mbah gendeng menulis:
yah selama ni emang rokok jadi industri yg subur di indonesia kl aku c fine2 aj toh aku juga suka am tali jagat yg penting selama bisa membantu bnyak orang sah2 aj.......

gitu aj kok repot :D
henny menulis:
katanya yg suka merokok, merokok itu enak. bahkan nyandui. tapi disisi lain dari rokok terdapat sisi negatif yakni terdapat zat2 yg membahayakn perokok itu sendiri serta orang sekitarnya yg ikut menghirup asapnya.
gimana kalo zat2 yg berbahaya pada rokok diganti dengan atao setidaknya banyak dikurangi sehingga diharapkan rokok tetap dipandang "halal" oleh semua kalangan,
jadi diharapkan rokok tidak lagi dianggap sebagai barang ya merugikan... gimana, ada pihak yang mendukung? hehe...

Nama
Email
Website
Judul komentar
Komentar

Kode
Masukkan kode huruf di atas pada isian di bawah ini
 

kembali ke atas
 

 

» FASAL TENTANG SHALAT TARAWIH (4-Habis)
Penjelasan Sahabat Umar Tentang Bid'ah yang Baik (31/08/2010)
» FASAL TENTANG SHALAT TARAWIH (3)
Lebih Utama Mana Shalat Tarawih Berjamaah Atau Sendiri? (24/08/2010)
Arsip
» Mengenal Asuransi Syariah (15/06/2010)
» Hukum Sadap Telepon (31/05/2010)
Arsip
» Komitmen Keaswajaan dan Kebangsaan (28/08/2010)
» Hilangnya para Penggede (29/07/2010)
Arsip
» REKOMENDASI
Lokakarya Nasional Pengembangan Rumah Sakit NU dalam Era Globalisasi (13/03/2010)
» Rekomendasi Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia (25/12/2009)
Arsip
» Arah Kiblat dari Indonesia (18/07/2010)
» Gerakan Peduli Roshdul Kiblat (27/05/2010)
Arsip
» Kepemimpinan Kiai Anwar Musaddad (23/07/2010)
» Kiai Machfudz Siddiq Sang Pemula (22/06/2010)
Arsip
» MEMBANGUN KEDAULATAN PANGAN
Rekonstruksi Kiblat Kebijakan Ekonomi Politik Nasional (31/08/2010)
» Pesantren dan Wajah Islam Indonesia (24/08/2010)
Arsip


 

© 2005 PBNU. All Rights Reserved. Powered by TRANSFORMATIKA
Best viewed with IE 5 or above in 800x600 monitor resolution.

Ke Halaman Utama Tokoh Buku