::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Khutbah Jumat tentang Cara Mensyukuri Kemerdekaan

Khutbah Jumat tentang Cara Mensyukuri Kemerdekaan


“Sejak kapan kalian memperbudak manusia, sedangkan ibu-ibu mereka melahirkan mereka sebagai orang-orang merdeka.” (Sayyidina Umar, dalam kitab al-Wilâyah ‘alal Buldân fî ‘Ashril Khulafâ’ ar-Râsyidîn)
Khutbah Jumat tentang Cara Mensyukuri Kemerdekaan
Jumat, 18/08/2017 07:11Khutbah

Khutbah Jumat tentang Cara Mensyukuri Kemerdekaan


“Sejak kapan kalian memperbudak manusia, sedangkan ibu-ibu mereka melahirkan mereka sebagai orang-orang merdeka.” (Sayyidina Umar, dalam kitab al-Wilâyah ‘alal Buldân fî ‘Ashril Khulafâ’ ar-Râsyidîn)
Cara Jemaah Haji Peringati HUT RI di Tanah Suci
Kamis, 17/08/2017 17:05Internasional

Cara Jemaah Haji Peringati HUT RI di Tanah Suci

Peringatan hari kemerdekaan di negeri orang memang tidak semeriah di negeri sendiri. Ada regulasi Arab Saudi yang harus dipatuhi terutama dalam hal pengibaran bendera negara asing. Warga Negara Indonesia (WNI) tidak bisa seenaknya melakukan upacara bendera di ruang terbuka atau mengibarkan bendera di ruang publik.
Pesan Kemerdekaan Ketua Umum PBNU
Kamis, 17/08/2017 10:21Nasional

Pesan Kemerdekaan Ketua Umum PBNU

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini menilai, arti kemerdekaan tidak hanya merdeka secara politik dan geografis, tetapi rakyat Indonesia juga harus merdeka dari sisi ekonomi, budaya, pendidikan, pertahanan, dan lain-lain dengan tetap berupaya mewujudkan keadilan sosial.
Terkini
Khutbah Jumat tentang Cara Mensyukuri Kemerdekaan

Khutbah Jumat tentang Cara Mensyukuri Kemerdekaan

“Sejak kapan kalian memperbudak manusia, sedangkan ibu-ibu mereka melahirkan mereka sebagai orang-orang merdeka.” (Sayyidina Umar, dalam kitab al-Wilâyah ‘alal Buldân fî ‘Ashril Khulafâ’ ar-Râsyidîn)