::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Umat Islam Diharuskan Santun Saat Berkomunikasi

Selasa, 08 Januari 2019 09:30 Daerah

Bagikan

Umat Islam Diharuskan Santun Saat Berkomunikasi
Surabaya, NU Online
Pada kajian surat al-Baqarah ayat 104, H KHarisuddin Aqif mengingatkan agar kaum Muslimin bisa lebih selektif dalam memilih kalimat dan santun kala berkomunikasi. Hal itu sebagai konsekuensi bahwa yang bersangkutan memiliki kedalaman ilmu dan bisa berdaptasi di lingkungan berada.

“Pada ayat ini dikemukakan jangan mengatakan peliharalah kami, tapi katakanlah undhurna atau perhatikanlah kami dan dengarkanlah,” katanya di Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Selasa (8/1).

Dalam pandangannya, ayat ini memberikan pesan bahwa Allah ternyata juga memperhatikan dan membimbing dalam memilih kalimat yang dipakai dalam berkomunikasi. “Khususnya kata-kata yang memiliki nilai-nilai teologis atau ketuhanan,” jelasnya.

Ayat ini juga memberikan pesan betapa pentingnya memilih kalimat yang tepat. “Kalau zaman sekarang adalah bagaimana bisa santun dalam berkomunikasi yang dalam ayat tersebut dikatakan qaulan sadiida,” ungkap mantan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel ini. 

Menurut Kharusuddin, ayat ini juga memberikan pesan kebalikannya. “Yakni larangan dan bahayanya penggunaan kalimat yang arogan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, siapa saja diharuskan untuk senantiasa menjaga dan memelihara dari berkomunikasi dengan kata-kata yang tidak tepat dan santun. “Yakni memakai kata-kata yang mulia atau qaulan karima, berupa kata-kata yang indah, rendah dan berfaidah,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi)