::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kepak Sayap Banser di Bumi Formosa

Rabu, 06 Februari 2019 20:45 Internasional

Bagikan

Kepak Sayap Banser di Bumi Formosa
Taichung, NU Online
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Taiwan sukses melaksanakan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser Cabang Taiwan, bertempat di 13F Nomor 135, Luchuan West, Central Distrik Taichung City 40046, Taiwan, Selasa (5/2). Diklat menjadi sebuah kebanggaan untuk warga Nahdhiyin di seluruh dunia khususnya Taiwan karena baru kali pertama diadakan di negeri yang dikenal negeri formosa.

Sekjen Gerakan Pemuda Ansor Pusat Adung Abdul Rachman menyampaikan visi dan misi Gerakan Pemuda Ansor. Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Taiwan dan Peserta DTD Banser Taiwan.

Kegiatan DTD Banser Cabang Taiwan diikuti kurang lebih 150 peserta. Jumlah ini masih mungkin bertambah karena banyaknya anggota yang belum bisa hadir dikarenakan kendala pekerjaan. Kebanyakan peserta adalah para PMI (Pekerja Migran Indonesia) selain mahasiswa Indonesia di Taiwan.

Selain itu, pada hari yang sama juga dilakukan pelantikan Ketua GP Ansor Cabang Taiwan yaitu Nur Hidayat beserta seluruh kepengurusan ranting GP Ansor Taiwan.

Selain itu kegiatan DTD Banser Cabang Taiwan juga di hadiri Gus Chabib Towus Direktur Sorban Nusantara.

KH Choirul Anwar pada kesempatan itu memberikan materi pengantar Aswaja. Ia menegaskan pentingnya menguatkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah khususnya di negeri formosa untuk membentengi para Nahdliyin yang ada di Taiwan. Tujuannya agar terhindar dari pemahaman radikalisme yang bisa menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa dan NKRI.

Rais Syuriyah PCINU Taiwan, Agus Susanto berharap semoga Nahdlatul Ulama beserta Banom-banomnya di Taiwan semakin maju, dan bisa bersinergi serta bersaing di kancah internasional.

"Juga berpartisipasi terciptanya perdamaian dunia. Tidak lupa mensyiarkan Islam Nusantara yang rahmatan lil'alamin, yang mengedepankan ukhuwah islamiyah (hubungan sesama Muslim), ukhuwah wathoniyah (hubungan sebangsa setanah air), dan ukhuwah basyariyah (hubungan kemanusiaan)," paparnya. (Muhammad Ghofur/Kendi Setiawan)