::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Empat Manusia yang Dilaknat Allah

Sabtu, 09 Februari 2019 08:00 Hikmah

Bagikan

Empat Manusia yang Dilaknat Allah
Sayyidina Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai seorang sahabat yang cerdas. Ia kerap kali menjadi rujukan jika para sahabat mendapati persoalan. Kecerdasannya tidak diragukan lagi manakala Rasulullah memberikan testimoni langsung tentang hal itu. Kata Rasulullah, dirinya adalah gudangya ilmu, sementara Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah kunci atau pintunya ilmu. 

Sayyidina Ali bin Abi Thalib masuk Islam ketika usianya sepuluh tahun. Hal itu menjadikannya sebagai orang yang pertama kali memeluk Islam dari kalangan anak-anak. Selain menjadi umat Rasulullah di masa-masa awal perjuangan Islam, Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah sepupu Rasulullah. Kondisi itu menjadikan Sayyidina Ali sering bersama dan berinteraksi dengan Rasulullah. Bahkan ketika Rasulullah hendak dikepung dan hendak dibunuh oleh para elit kaum musyrik Makkah, Sayyidina Ali lah yang menggantikan posisi Rasulullah di dalam rumahnya.  

Hal ini menjadi ‘keuntungan’ tersendiri bagi Sayyidina Ali. Dekat dengan Rasulullah membuat Sayyidina Ali mendapatkan banyak informasi, terutama yang berkaitan dengan risalah kenabian. Maka tidak heran jika ada sahabat yang bertanya kepada Sayyidina Ali tentang suatu hal. 

Hingga ada salah seorang sahabat yang ‘penasaran’ dengan Sayyidina Ali. Maksudnya, sahabat tersebut penasaran kalau-kalau ada pesan dari Rasulullah yang hanya diperuntukkan atau dikhususkan untuk Sayyidina Ali.

“Wahai Amirul Mukminin! Pesan Rasulullah saw. apakah yang hanya dirahasiakan dan dikhususkan kepadanya?” tanya sahabat tersebut.

Sayyidina Ali menjawab kalau tidak ada pesan khusus untuknya dari Rasulullah, sebagaimana yang ditanyakan sahabat tersebut. Namun kata Sayyidina Ali, Rasulullah memberitahukan kepadanya tentang empat orang yang dilaknat Allah, sebagaimana hadits Riwayat Muslim dari Abu Thufail Amir bin Watsilah. Pertama, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda bahwa ridho Allah itu ada pada ridho orang tua dan murka Allah itu juga ada pada murka orang tua.  

Dalam hadits lain, riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash, Rasulullah menyebut kalau melaknat kedua orang tua termasuk dari dosa-dosa paling besar. Kedua, Allah melaknat orang yang menyembelih hewan dengan menyebut nama selain Allah. Selain membuat Allah melaknat, menyembelih hewan dengan tidak menyebut nama Allah membuat hewan tersebut menjadi haram dikonsumsi. 

Ketiga, Allah melaknat orang yang melindungi pendusta. Allah juga akan murka kepada seseorang yang melindungi pelaku kriminal, pencuri, dan pendusta. Keempat, Allah melaknat orang-orang yang mengubah batas tanah. Selain dilaknat, orang-orang yang mengambil tanah orang lain secara zalim juga akan mendapatkan siksaan yang pedih di akhirat kelak. Sesuai hadits Rasulullah, jenis orang keempat ini akan disiksa dengan dikalungkan padanya tujuh lapis bumi akibat mengubah batas tanah atau mengambil tanah orang lain secara zalim. (Muchlishon)