::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gelisah Pancasila Dirongrong, Santri Nuris Ciptakan 'Ladaga'

Sabtu, 09 Februari 2019 11:30 Daerah

Bagikan

Gelisah Pancasila Dirongrong, Santri Nuris Ciptakan 'Ladaga'

Jember, NU Online
Pancasila adalah ideologi negara yang tidak bisa diotak-atik lagi. Karena terbukti Pancasila sangat ampuh untuk merawat keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang majemuk. Namun nyatanya, belakangan ini upaya-upaya untuk merongrong Pancasila bermunculan. Pada saat yang sama, nilai-nilai Pancasila belum terejawantahkan secara maksimal di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Itulah yang melatarbelakangi siswi kelas XII IPS 1 SMA Nuris, Antirogo, Jember Jawa Timur, Ayu Novita Sari menulis esai berjudul Ladaga (Dolanan Dasar Negara) sebagai Media Efektif untuk Mengimplementasikan Pancasila dan Karakter Bernegara.

Esai tersebut meraih juara 1 Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Tingkat Pelajar se-Indonesia di Universitas Jember (Unej), Rabu (6/2). Lomba yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Hukum Tatanegara Fakultas Hukum Unej dan Pemerintah Kabupaten Jember itu, diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah favorit di Indonesia.

“Itu (esai) berangkat dari kegelisahan saya, dan mungkin juga kegelisahan kita semua tentang kondisi masyarakat terkait Pancasila,” tukasnya kepada NU Online di Nuris, Jumat (8/2).

Ayu menambahkan, esai tersebut menampilkan ide pembuatan game online yang disebut Ladaga. Materinya adalah tentang  Pancasila dan nasionalisme. Model game tersebut berupa petualangan. Ada robot sebagai tokoh antagonis yang menggambarkan kemajuan tekonologi saat ini. Robot tersebut  menebar ancaman bagi lestarinya budaya lokal. Sementara di sisi lain, ada wayang –sebagai tokoh utama— yang terus berusaha untuk melawan robot antagonis itu.

“Pemain atau gamer bisa naik level kalau bisa menjawab pertanyaan  dan menenangkan kotak (materinya Pancasila). Ketika pemain  naik level otomatis dapat menghancurkan robot antagonis itu,” urainya.

Dengan presentasi yang  meyakinkan, Ayu akhirnya mampu ‘meluluhkan’ empat dewan juri untuk memilih esainya sebagai juara 1. Keempat dewan juri tersebut adalah Adji Samekto (Guru Besar Fakultas Hukum Undip Semarang/Deputi Materi Pembinaan Ideologi Pancasila), Bayu Dwi Anggono (Unej), Jimmy Usfunan(Dosen Udayana, Bali), dan  Agus Riewanto (Dosen Universitas Sebelas Maret, Surakarta).

“Alhamdulillah senang dan bangga sekali karya saya diapresiasi oleh Bupati Jember. Katanya, ide Ladaga ini akan diwujudkan oleh tim di Fakultas Hukum Unej sebagai media game yang berisi pelajaran patriotisme dan nasionalisme. Semoga banyak membawa manfaat,” pungkas Ayu (Red: Aryudi AR).