::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Masuk Kampung, Cara PMII di Kawasan Ini Sapa Warga

Kamis, 14 Februari 2019 03:00 Daerah

Bagikan

Masuk Kampung, Cara PMII di Kawasan Ini Sapa Warga
PMII masuk kampung dengan memberikan buku di Pontianak.
Pontianak, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IAIN Pontianak, Kalimantan Barat menggelar acara masuk kampung. Hal tersebut menjadi jembatan pengembangan pendidikan di Desa Sungai Enau, Kuala Mandor B.

Ada puluhan buku disalurkan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak, Kalimantan Barat yang diserahkan di Lembaga Pendidikan Islam Nurul Ulum, di desa setempat.

Tak hanya di situ, lembaga yang terhimpun dalam Aksi Sedekah Pendidikan (ASP) juga menyalurkan buku bacaan untuk anak PIAUD atau Pendidikan Islam Anak Usia Dini  di Desa Sungai Enau, Kuala Mandor B.

Tiara Sari berharap PMII masuk kampung ini menjadi pembuka jaringan dalam pengembangan pendidikan warga dan siswa desa. “Sebab ini adalah hal kecil dari sebuah pengaplikasian pengabdian kami sebagai mahasiswa terhadap masyarakat,” kata Ketua Komisariat IAIN Pontianak ini, Rabu (13/2).

Acara juga merupakan langkah awal bagi PMII masuk kampung berkontribusi pada masyarakat. “Tidak hanya di Sungai Enau, pengabdian akan menjadi kegiatan rutin kader PMII komisariat IAIN pontianak ke depannya,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menurut Tiara adalah penting karena menyediakan kebutuhan masyarakat dalam permasalahan pengembangan sosial, budaya, pendidikan, dan ekonomi warga desa.

"Saya berterima kasih atas kedatangan peserta PMII masuk kampung di desa ini dan lembaga PIAUD dengan penyaluran buku,” kata Siti Maimunah. Tentu saja ini meringankan guru pengajar dalam memperoleh refrensi dan koleksi buku untuk anak-anak, lanjut pembina PIAUD tersebut.

Apa yang dilakukan PMII bisa saja dianggap kecil dan tidak penting. Nyatanya hal tersebut sangat berharga bagi warga desa yang mempunyai jarak tempuh  cukup jauh dari pusat kota.

“Kepedulian terhadap sekitar merupakan hal yang perlu ditanamkan dalam jiwa mahasiswa dan aktivis organisasi,” pungkasnya. (Linawati/Ibnu Nawawi)