::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Di Depan Nahdliyin Sulsel, KH Ma'ruf Amin Sebutkan Rahasia Panjang Umur NU

Kamis, 21 Februari 2019 13:00 Nasional

Bagikan

Di Depan Nahdliyin Sulsel, KH Ma'ruf Amin Sebutkan Rahasia Panjang Umur NU
Makassar, NU Online
Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin menjadi pembicara utama dalam silaturrahim dan penguatan Aqidah Ahlusunnah wal Jamaah dan Jam'iyyah Annahdlah yang dihadiri segenap pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan di Aula Kantor PWNU Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 9, Makassar, Kamis (21/2) pagi.

KH Ma'ruf Amin mengatakan, "Alhamdulillah umur NU saat ini menuju satu abad. Mudah-mudahan NU memberi manfaat kepada masyarakat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya.’

Tampak hadir Rais Syuriyah NU Sulsel yang juga Ketua MUI Sulsel Anregurutta KH M Sanusi Baco, Mustasyar NU Sulsel KH Tahir Syarkawi, Ketua Yayasan UMI Mochtar Noer Jaya, dan mantan Rektor UMI Prof Masrurah Mochtar.

Menurut Ketua Umum MUI ini, banyak organisasi yang berumur jagung sudah pecah bahkan sampai pecah tiga. Ia mengajak warga NU bersyukur karena organisasi NU masih solid sampai hari ini. Menurutnya, konflik internal pasti ada sebagai bagian dari dinamika organisasi, tetapi semua bisa teratasi.

Ia menyebut lima landasan organisasi NU yakni Aqidah Ahlusunnah wal Jamaah, fikrah (cara berpikir), manhajiyyah (memilki relnya atau patokan), amaliyyah NU, dan jam’iyyah NU. Olehnya itu lima landasan tersebut harus berjalan sebagaimana mestinya. 

“Namun menjelang satu abad NU pekerjaan utama kita sebagai pengurus NU adalah bagaimana masyarakat  Indonesia yang telah mengamalkan aqidah NU, amaliyyah NU harus kita jam’iyyahkan. Tak hanya itu NU harus menguatkan gerakannya, organisasinya, dan yang lebih penting adalah dewasa ini adanya perang ideologi, olehnya itu NU harus melawan pemikiran yang merongrong bangsa ini,” kata Kiai Ma'ruf.

Di sisi lain terkait hubungan umara dan ulama, ketika ini berjalan sebagaimana mestinya, umara menghormati, menyayangi  ulama. Ulama mendoakan umara. maka ke depan Negara Indonesia akan kondusif, utuh, dan sejahtera, kata Kiai Ma'ruf. (Andy/Alhafiz K)