::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Seminar Kepenulisan Santri Ungkap Tujuh Kiat Jadi Penulis

Kamis, 21 Februari 2019 14:34 Daerah

Bagikan

Seminar Kepenulisan Santri Ungkap Tujuh Kiat Jadi Penulis
Semarang, NU Online
Divisi Humas dan Informasi bekerjasama dengan Crew buletin Al-Qolam Pondok Pesantren Darul Falah Besongo menggelar seminar kepenulisan, Rabu (20/2) dalam rangka Pascalib (Pasca Liburan). Seminar yang diselenggarakan di Musholla Roudlotul Jannah ini diikuti seluruh santri baik putra maupun putri.

Dalam seminar tersebut, hadir dua narasumber yang memaparkan mengenai dunia kepenulisan berdasarkan sudut pandang yang berbeda, yakni Jamal Ma’mur Asmani dan Abdul Rosyid. Keduanya berprofesi sebagai penulis dan telah menghasilkan karya berupa buku. 

Kegiatan ini bertemakan Revitalisasi Gerakan Minat Baca Tulis Menuju Literatur Santri Berwawasan Kritis dengan harapan para santri memiliki jiwa literasi sehingga memiliki minat tinggi dalam baca tulis. 

Narasumber memaparkan bahwa modal utama menjadi seorang penulis ialah harus bisa menjadi pembaca ulung (good reader). Disisi lain, sosok motivator juga diperlukan sebagai langkah awal terjun ke dalam dunia kepenulisan. 

Istilah learning by doing menjadi hal terpenting yang harus diterapkan seorang penulis. Dengan kata lain, proses belajar tidak akan cukup tanpa disetai praktik. 

Senada dengan hal tersebut, menjadikan menulis sebagai profesi adalah salah satu upaya yang harus dilakukan. Artinya, jadikan menulis sebagai prioritas dan jangan lupa beri target kapan sebuah tulisan harus diselesaikan. Pernyataan tersebut didukung Jamal Ma'mur, narasumber yang berhasil menerbitkan sebuah buku berjudul Mengembangkan Fiqih Sosial KH MA Saham Mahfudh.

"Ketika kegiatan menulis dijadikan pekerjaan sampingan, maka ia tidak akan pernah bisa menjadi penulis profesional,” ujar Wakil Ketua PCNU Pati. 

Belajar menjadi faktor terpenting bagi tiap individu ketika ingin meraih sesuatu, begitu juga dengan penulis. Belajar merupakan faktor internal yang menentukan keberhasilan seorang penulis. Penulis harus mau belajar dari pemikiran/karya orang lain sebagai referensi yang nantinya akan membantu menyelesaikan sebuah tulisan.

"Yang terpenting, jangan pernah merasa gagal dan jangan berhenti berproses selama masih diberikan kesempatan untuk bernafas," ucap Jamal. (Ziya/Fathoni)