::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Alasan Pentingnya Istiqamah dalam Kebenaran

Senin, 11 Maret 2019 21:45 Nasional

Bagikan

Alasan Pentingnya Istiqamah dalam Kebenaran
KH Ali Masyhuri
Jombang, NU Online
Sikap istiqamah dalam berjuang menyibukkan diri dengan kebaikan dan kebenaran sangat penting dimiliki seorang Muslim. Pasalnya kehidupan di dunia ini menjadi pergulatan antara kebenaran dan kebatilan.

Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo, Jawa Timur, KH Ali Masyhuri mengungkapkan jika bukan sikap istiqamah dalam kebaikan dan kebenaran, kebatilanlah yang akan menyibukkan seseorang.

Menyampaikan ceramah agama di peringatan Haul Mbah Bisri Syansuri, Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/3), Kiai Ali Masyhuri juga menegaskan bahwa umur manusia sudah ditentukan Allah Swt. Berapa pun umur atau usia itu, itulah yang terbaik untuk manusia. Dengan demikian menurutnya, menyibukkan diri dengan kebenaran adalah hal yang niscaya.

"Umur manusia bukan miliknya. Umur yang digunakan hidup bersama Allah itulah umur manusia yang sebenarnya. Banyak yang berumur panjang namun manfaatnya kurang banyak. Sebaliknya banyak yang berumur singkat namum padat manfaatnya," jelas kiai yang kerap disapa Gus Ali ini.

Ia kemudian mengutip hadits Nabi Muhammad Saw. "Khoirun nas man toola umruhu wa hasuna 'amaluhu', artinya 'Manusia terbaik adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya'. Semoga yang hadir di sini saya doakan panjang umur dan manfaat umurnya. Aamiin," ujarnya.

Ia menambakan, hadist di atas tidak cukup hanya dibaca dan dicerna, melainkan harus diperjuangkan dan ditirakati. "Barangsiapa yang menjadi orang besar harus berpikir dan berjuang besar. Makna umur bukan ditentukan seberapa lama kita hidup tapi seberapa banyak orang yang menerima manfaatnya," ulasnya.

Selain itu, lanjut Gus Ali, pepatah bijak juga mengatakan gajah mati meninggalkan gading. "Masa kita mati cuma meninggalkan janda dan duda? Semoga kita semua saat mati nanti mampu meninghalkan nama baik, prestasi dan prasasti," tutupnya. (Syamsul Arifin/Kendi Setiawan)