::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PBNU Mengutuk Keras Teroris di Masjid Al-Noor New Zealand

Jumat, 15 Maret 2019 16:37 Nasional

Bagikan

PBNU Mengutuk Keras Teroris di Masjid Al-Noor New Zealand
Jakarta, NU Online 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengutuk keras terorisme yang terjadi di Masjid Al-Noor, Kota Christchurch, New Zealand. Hal itu disampaikan oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. Pihaknya menilai bahwa tindakan terorisme yang dilakukan itu merupakan perbuatan yang sangat keji, kejam, dan tidak berperikemanusiaan. Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama apa pun. 

“Pertama, PBNU menyampaikan duka yang sangat mendalam kepada keluarga korban. Kedua, kami mengutuk keras pelbagai tindakan terorisme, atas dasar dan latar belakang apa pun. Tindakan-tindakan yang menggunakan kekerasan, terorisme, menebarkan rasa benci, bukanlah ajaran agama. Tidak ada satu agamapun yang membenarkan cara-cara kekerasan” jelas Helmy.
 
Helmy menegaskan bahwa gerakan terorisme yang dilakukan mencederai kemanusiaan. Lebih jauh, Helmy mengajak warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan.

PBNU mengajak semua pihak untuk membangun dialog antar umat beragama dengan tujuan untuk mengokohkan kesatuan dan persatuan bangsa agar tidak terpengaruh dengan upaya provokasi, pecah belah pada bangsa Indonesia.

“Kami juga mengajak umat beragama untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini. Kita percayakan penanganan sepenuhnya di tangan aparat keamanan setempat,” pungkas Helmy. 

Untuk alasan menghormati keluarga korban dan menghindari agar tidak dijadikan inspirasi bagi kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab, Helmy mengimbau agar semua pihak menghentikan penyebaran video yang berisi kekejaman tersebut. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan instagram untuk menghapus segala konten video yang berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan terorisme.

“Kami meminta pada pemilik platform media sosial  untuk memblok dan menghapus konten dan akun yang tersambung dengan jaringan teroris berdasarkan data algoritma yang dimiliki,” pungkas Helmy. (Abdullah Alawi)