::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

JIHAD PAGI

Istiqomah dalam Beribadah Akan Berbuah Barakah

Senin, 18 Maret 2019 14:30 Daerah

Bagikan

Istiqomah dalam Beribadah Akan Berbuah Barakah
KH Anwar Zuhdi, Mustasyar PCNU Pringsewu

Pringsewu, NU Online
Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu KH Anwar Zuhdi mengajak umat Islam untuk senantiasa menjaga keistiqomahan dalam segala aktifitas positif khususnya terkait masalah ibadah.

Menurutnya keistiqomahan akan berbuah sesuatu yang dapat memberikan manfaat kepada sang pelakunya. Walaupun ibadah yang dilakukan terlihat sangat sepele di mata manusia, bisa jadi ibadah tersebutlah yang akan diterima berkat keistiqomahan dalam melakukannya.

“Ngaji walaupun satu hari dapat satu ilmu tapi dilakukan secara istiqomah, maka lebih baik daripada ngaji borongan. Tapi syaratnya tidak boleh lupa. Langsung terus diamalkan agar dapat dipahami lebih mendalam,” kata Kiai yang akrab disapa Abah Anwar ini saat memberi materi pada Ngaji Ahad (Jihad) Pagi di aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (17/3).

Di antara efek positif lainnya dari prilaku istiqomah lanjut Abah Anwar adalah keberkahan dari aktifitas yang dilakukan. Keberkahan merupakan hal yang sangat penting sekali dan memberi nilai lebih dari aktifitas ibadah yang dikerjakan.

“Berkah itu bertambahnya kebaikan. Jadi kalau ada orang yang beribadah kemudian mampu menunjukkan kebaikan secara terus menerus bisa menjadi tolok ukur keberhasilan atau buah dari ibadahnya,” jelas Abah Anwar yang pada kesempatan tersebut menyampaikan kajian Kitab Bidayatul Hidayah Karya Imam Al-Ghazali.

Di tengah modernitas saat ini di mana orang sudah mementingkan rasio, keberkahan terkadang sudah tidak menjadi pertimbangan utama dalam melakukan aktifitas. Sudah mulai banyak orang yang menargetkan hasil aktifitas ataupun ibadah dengan indikator fisik dan terukur secara kuantitas.

“Karena keberkahan itu tidak bisa dilihat maka orang modern tidak begitu mempercayai. Memang keberkahan tidak bisa dilihat tapi bisa dirasakan,” ungkapnya.

Keistiqomahan bisa membawa keberkahan. Keberkahan akan menjadikan ketenangan jiwa. Tidak semua kesuksesan diukur dari segi materi. Ketenangan jiwa dalam kehidupan merupakan kesuksesan tersendiri yang tidak semua orang memilikinya.

“Semoga kita menjadi jiwa-jiwa yang istiqomah dalam beribadah dan mampu meraih keberkahan. Keistiqomahan lebih baik dari pada seribu karomah,” pungkasnya mengutip hadits Rasulullah SAW. (Muhammad Faizin)