::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mbah Moen Ungkap Filosofi Tanggal Kemerdekaan Indonesia

Kamis, 04 April 2019 19:30 Nasional

Bagikan

Mbah Moen Ungkap Filosofi Tanggal Kemerdekaan Indonesia
KH Maemoen Zubair, di Klaten, Jateng
Klaten, NU Online
Tanggal 17-8-45, selain diperingati sebagai tanggal kemerdekaan bangsa Indonesia, ternyata memiliki keistimewaan tersendiri. 

Hal tersebut disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair di hadapan puluhan ribu jamaah yang menghadiri peringatan Harlah ke-96 NU di Alun-alun Klaten Jawa Tengah, Rabu (3/4) pagi.

Menurut ulama yang akrab disapa Mbah Moen itu, angka tersebut juga memiliki hubungan erat dengan jam’iyyah Nahdlatul Ulama. “Maka jangan melupakan Garuda Pancasila! Antara Indonesia dengan NU itu memiliki kesamaan 17-8-45. NU Harus Cinta kepada bangsa. Harus jaga Ukhuwah wathaniyah (Kebangsaan) dan Ukhuwah Diniyah (Keagamaan),” terang Mbah Moen.

Lebih lanjut dipaparkan Mbah Moen, bahwa angka I7 berhubungan dengan proklamasi, kemudian  jumlah pada 2 sayap pada Garuda dan juga berhubungan dengan jumlah raka’at shalat. Angka 8 berhubungan dengan turunnya Al-Qur’an pada bulan Agustus, Nabi dikandung Ibunya pada Bulan Agustus, proklamasi pada bulan Agustus dan berhubungan dengan jumlah pintu Surga.

"Sedangkan angka 45, angka 4 berhubungan dengan pilar 4 yaitu : PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia Harga Mati, dan UUD 45). Di sinilah tidak ada paksaan dalam beragama: “laa ikraha fiddiin,” ungkapnya. 

Mbah Moen juga mengajak untuk selalu menjaga persatuan walau dalam perbedaan. Beliau berharap, mudah-mudahan kita Bangsa Indonesia menjadi satu Nusa satu Bangsa dan satu Bahasa.

Dalam kesempatan tersebut, Mbah Moen juga  menceritakan tentang keadaan Bangsa Arab sebelum, selama, dan setelah Nabi Muhammad SAW. Diterangkan dia, setelah Nabi SAW wafat Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mempersatukan Asia-Afrika dengan Konferensi Asia-Afrika, saat inipun Indonesia juga mempersatukan dunia.

Selain hadir di peringatan NU Klaten, dalam kunjungannya di daerah Soloraya,  Mbah Maimoen juga sempat menghadiri beberapa acara lainnya, di antaranya acara doa bersama di Pesantren Azzayadiy Laweyan Kota Surakarta. Dalam kesempatan tersebut, Mbah Moen bersilaturahim bersama sejumlah tokoh ulama dan pengurus NU setempat. (Ajie Najmuddin/Muiz)