::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pak Ib Ceritakan Sejarah Terbentuknya IPNU Cirebon

Jumat, 05 April 2019 02:30 Daerah

Bagikan

Pak Ib Ceritakan Sejarah Terbentuknya IPNU Cirebon
KH Ibrahim Rozi (Pak Ib)
Cirebon, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar  Puteri Nahdlatul Ulama  (IPPNU) Kabupaten Cirebon masa khidmat 2019-2021 resmi dilantik, Rabu (3/4). Pelantikan berlansgung di Gedung NU Centre, Jalan Dewi Sartika 09 Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut hadir KH Ibrahim Rozi salah seorang pendiri IPNU Kabupaten Cirebon sebagai pembicara kunci. Pak Ib, sapaan akrab KH Ibrahim Rozi, menjelaskan sedikit sejarah berawalnya IPNU di Kabupaten Cirebon.

"Sebelum kongres, dulu muktamar, IPNU di Cirebon untuk pertama kalinya saya ditugasi para kiai untuk membentuk IPNU. Ketemulah saya dengan orang-orang yang mau berjuang bersama. Saya ditunjuk sebagai bendahara, Muqoyim Bakri dari Buntet jadi sekretaris, dan Ma'ruf Hediyanto sebagai ketua," jelas Pak Ib.

Setelah menyusun kepengurusan tersebut ia dan rekan-rekannya melakukan safari ke sekolah-sekolah Ma'arif NU dan pesantren.

"Yang pasti saya dan rekan-rekan menemui banyak tokoh-tokoh NU di Cirebon agar anak-anaknya pada masuk IPNU," ungkap pendiri SMK Nusantara tersebut.

Selain soal sejarah, ia juga menitipkan pesan untuk kader-kader IPNU IPPNU, bahwa IPNU merupakan organisasi kaderisasi maka butuh banyak perjuangan. Maka, kata Pak Ib, perjuangan itu harus ikhlas, jangan mengharapkan apa pun dan harus belajar ikhlas.

"Anak-anakku sekalian di IPNU harus ikhlas. Jangan mengharapkan apa pun. Saya juga bilang ke anak saya, Zenal (Dr H Zaenal Abidin, M.Si, Ketua IPNU Kabupaten Cirebon 1988-1992), saya gak kaya, gak punya mobil dan motor. Jangan berharap warisan harta dari saya. Tapi kalau warisan ilmu, saya punya, ya IPNU. Insyaallah rezeki pasti ada yang penting berusaha. Saya sudah banyak mengalaminya," tegas Pak Ib.

Sementara itu, Hamdan Tsani Tyo, ketua IPNU Kabupaten Cirebon, berharap setelah dilantik secara resmi kepengurusan kompak dan solid. "Mari kita teruskan perjuangan para pendiri IPNU. Pengkhidmatan kita akan baik manakala kita melakukannya bersama-sama, solid dan kompak," kata Hamdan.

Sedangkan Farida Priyani, ketua IPPNU Kabupaten Cirebon, mengungkapkan syukurnya atas khidmat dan meriahnya acara pelantikan.

"Kami bersyukur atas kehadiran para pendiri, tokoh-tokoh, pembina, dan rekan-rekanita sekalian. Kami ingin kepengurusan kami selama dua tahun ke depan dikawal betul. Jika ada kekeliruan mohon dibimbing dan diarahkan. Karena kita adalah kesatuan yang sama yaitu berjuang demi Nahdlatul Ulama dan NKRI," tandas Farida.

Selain dihadiri tokoh-tokoh dan alumni IPNU-IPPNU, pelantikan juga dihadiri PP IPNU IPPNU, serta ratusan kader IPNU-IPPNU perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat (PK), dan Pimpinan Ranting (PR) se-Kabupaten Cirebon.

Tampak berbagai karya dari masing-masing PAC dan ranting turut memeriahkan acara. Di antaranya penampilan Hadroh Pimpinan Ranting (PR) IPNU Desa Buntet, Ekspo Pelajar, Perpustakaan Jalanan PAC IPNU Arjawinangun dan lain-lainnya. (Ayub Al Ansori/Kendi Setiawan)