::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PEMILU 2019

PBNU Imbau Masyarakat Tidak Lakukan Gerakan Inkonstitusional

Jumat, 19 April 2019 14:25 Nasional

Bagikan

PBNU Imbau Masyarakat Tidak Lakukan Gerakan Inkonstitusional
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj
Surabaya, NU Online
Demokrasi yang berjalan dengan baik di Indonesia banyak dipuji oleh para pemimpin dunia. Dari sini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengimbau masyarakat untuk menghormati hasil pesta demokrasi lima tahunan yaitu Pemilu 2019, baik Pilpres maupun Pileg.

Kepada seluruh masyarakat, terkhusus warga NU, Kiai Said juga menyampaikan imbauan agar tidak melakukan gerakan-gerakan yang tidak sesuai dengan konstitusi (inkonstitusional).

"Saya mengimbau kepada seluruh saudara-saudaraku sebangsa setanah air, wabil khusus warga Nahdatul Ulama tidak boleh melakukan gerakan-gerakan yang inkonstitusional," tegas Kiai Said kepada wartawan saat berada di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/4).

Gerakan-gerakan inkonstitusional tersebut, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini, dapat mengganggu stabilitas keamanan, mengganggu ketenangan rakyat Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat, berbudaya, dan bangsa berakhlakul karimah.

Sebelumnya, Kiai Said juga mengajak kepada seluruh kelompok dan komponen bangsa untuk menciptakan suasana damai.

“Kepada para konstestan, tim sukses, pendukung, simpatisan, tokoh-tokoh politik, tokoh-tokoh agama dan seluruh warga negara, serta aparat keamanan (TNI/Polri) agar bahu-membahu menciptakan suasana politik yang damai,” ucap Kiai Said, Senin lalu di Jakarta.

Kiai Said juga mengimbau agar tidak memprovokasi rakyat dengan berita hoaks dan ujaran kebencian, serta menerima hasil pemilu dengan lapang dada (legowo).

Menurutnya, jika merasa keberatan terhadap hasil pemilu, maka menggunakan prosedur dan mekanisme konstitusional yang tersedia, sebagaimana ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

“Pemilu adalah ‘pesta’ demokrasi yang selayaknya dirayakan dengan damai dan tetap menjaga semangat persaudaraan, bukan permusuhan,” tutur Kiai Said. (Fathoni)