::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gusdurian Bekasi Raya Ajak Masyarakat Apresiasi Kinerja KPU

Rabu, 24 April 2019 13:00 Daerah

Bagikan

Gusdurian Bekasi Raya Ajak Masyarakat Apresiasi Kinerja KPU
Gusdurian Bekasi Raya (Foto: Aru Elgete/NUO)
Bekasi, NU Online
Pesta demokrasi sudah selesai. Namun, sesungguhnya Pemilihan Umum (Pemilu) belum selesai karena masih harus menunggu hingga 22 Mei 2019 mendatang.

"Hasil Pemilu harus kita serahkan dan percayakan kepada KPU sepenuhnya. Tapi kita juga harus tetap mengawal," kata Koordinator Jaringan Gusdurian Bekasi Raya, M Shofiyulloh, pada Selasa (23/4) malam.

Pria yang akrab disapa Kang Opi ini, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak curiga secara berlebihan kepada KPU. Sebab, para penyelenggara pemilu itu sudah teruji kinerjanya.

"Mengutip pernyataan Gus Dur bahwa yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan, maka seharusnya kita sebagai warga bangsa mengedepankan rasa kemanusiaan terhadap pejuang demokrasi yang gugur dalam tugas," kata Alumni Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur ini.

Keluarga Besar Gusdurian Bekasi Raya, lanjut dia, turut berbelasungkawa atas banyaknya korban jiwa yang wafat saat bertugas dalam proses demokrasi. 

"Itulah sebenar-benarnya pejuang. Maka, mari kita apresiasi kerja-kerja KPU hingga panitia di TPS yang bekerja semaksimal mungkin," katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk sama-sama memberikan atau menyebarkan pesan-pesan positif dalam rangka menjaga kondusivitas. 

"Bukan malah memprovokasi dengan dalih ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pemilu. Tempatkan kemanusiaan di atas politik. Karena itu yang lebih utama dan paling penting," tegas Kang Opi.

Karena Indonesia negara hukum, maka ia meminta seluruh pihak agar melaporkan berbagai kecurangan yang terjadi. Tidak justru membangun opini yang dapat memecah-belah persatuan. "Mari kita jaga persatuan sebagaimana yang telah diajarkan Gus Dur," pungkasnya. (Aru Elgete/Musthofa Asrori)