::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Perlu Prioritaskan Program Pemberdayaan

Kamis, 25 April 2019 18:00 Daerah

Bagikan

NU Perlu Prioritaskan Program Pemberdayaan

Jember, NU Online
Wakil Ketua PCNU Jember, HM Misbahus Salam menegaskan pentingnya MWCNU menyusun program kerja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, misalnya pemberdayaan ekonomi. Sebab jenis program semacam ini memang ditunggu oleh masyarakat.  

“Saya kira MWCNU jangan melulu hanya memikirkan dakwah, tapi juga berusaha agar bagaimana bisa memberdayakan masyarakat, warga NU khususnya,” tukasnya saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi MWCNU Balung di kediaman H Syamsul, Balung, Jember, Jawa Timur, Rabu (24/4).

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi dan pendampingan sosial perlu menjadi bagian dari program prioritas NU kedepan. Sebab, hal tersebut bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Diakuinya saat ini kelompok lain mulai menyentuh warga dengan  kegiatan ekonomi. Sayangnya, pelakunya adalah mereka yang tidak sejalan dengan NU. Sehingga dikhawatirkan selain memberikan bantuan ekonomi, mereka juga menyusupkan ajarannya di tengah-tengah warga NU.

“Itu harus kita antisipasi. Karena itu, kita harus giatkan pengumpulan dana lewat Koin NU agar kita punya modal untuk ngopeni warga NU. Tapi ngopeni warga jangan diartikan harus selalu dengan uang,” jelasnya.

Selain itu, H Misbah juga mengimbau agar MWCNU memanfaatkan masjid sebagai basis kegiatan. Gunanya, selain meramaikan atau memakmurkan masjid, kegiatan tersebut juga untuk membentengi masjid dari penyusupan kelompok radikal, atau minimal yang tidak sejalan dengan NU. Kenyataannya, mereka cukup gesit dan telaten untuk merebut takmir masjid. Dan jika berhasil pelan-pelan mereka mengubah amalan yang berbau NU

“Kalau masjid kita tempati dengan kegiatan, mereka pun tidak berani masuk,” pungkasnya (Aryudi AR)