::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sejumlah Tokoh Muda Deklarasi Damai Usai Pemilu

Kamis, 25 April 2019 20:30 Nasional

Bagikan

Sejumlah Tokoh Muda Deklarasi Damai Usai Pemilu
Diskusi publik tegaskan deklarasi damai usai pemilu.
Jakarta, NU Online
Tanggal 17 April 2019 telah berlalu. Lawatan pesta demokrasi telah usai dengan damai. Goebox Indonesia sebagai salah satu wadah pemuda yang peduli pada isu politik sosial kemasyarakatan terpanggil untuk menjadi bagian pengawal pasca pemilu serentak Pilpres dan Pileg. Tujuannya supaya situasi tetap berjalan kondusif hingga informasi resmi hasil penghitungan suara dari lembaga yang sah yaitu KPU dibuka untuk publik.

Mengusung tema Menang Kalah Tetap Bersaudara pada Rabu (24/4), diadakan diskusi publik dengan menghadirkan tiga tokoh, Ruchman Basori (Ketua PP GP Anshor), Addin Jauharuddin (Sekretaris Jendral KNPI) dan Diana Ambarwati (Akademisi).

Berlangsung di Roaster & Coffe Upnormal Raden Saleh, dalam pemaparannya, Ruchman Basori menuturkan keprihatinan atas fenomena usainya Pilpres yang kenyataannya tidak mampu mengakhiri cercaan dan hoaks yang membludak di dunia maya.

Meski demikian, Addin Jauharuddin memberikan pandangan optimis bagi generasi muda bahwa pada dasarnya perjuangan politik tahun ini adalah sebatas mengantarkan generasi tua untuk mengakhiri masa jayanya di kursi perpolitikan Indonesia.

Pada kesempatan tersebut dilakukan juga deklarasi damai. Diikuti oleh para peserta dari beragam latar belakang seperti aktivis, mahasiswa, pekerja, akademisi dan publik umum. Deklarasi menjadi penting untuk segera disosialisakan dan dipublikasikan pentingnya mempererat persaudaraan pasca perbedaan pilihan, menang kalah tetap bersaudara, menang kalah tetap menjadi tetangga.

Adapun klaim kemenangan sepihak oleh salah satu paslon berdasarkan survei internal memang perlu untuk diwaspadai mengingat publik mulai banyak yang turut terprovokasi. Sehingga langkah yang mesti diambil di antaranya adalah mengamankan hasil penghitungan pemilu Pilpres dan Pileg; mendukung aparat keamanan dalam menciptakan suasana kondusif di wilayah Indonesia; menolak informasi yang mengarah pada provokasi yang dapat membuat suasana konflik; serta tidak melakukan tindakan anarkis yang memicu kerusuhan massal. (Red: Kendi Setiawan)