::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tak Ada Kitab Suci yang Dihafal Kecuali Al-Qur’an

Senin, 13 Mei 2019 23:00 Nasional

Bagikan

Tak Ada Kitab Suci yang Dihafal Kecuali Al-Qur’an
Mustasyar PBNU, KH Sya'roni Ahmadi (duduk di kursi roda)
Kudus, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sya’roni Ahmadi menyebut tidak ada yang hafal kitab suci selain Al-Qur’an kecuali Nabi mereka sendiri. Oleh sebab itu, kitab-kitab tersebut sangat rawan diubah teks aslinya.

Hal itu disampaikan ketika menjelaskan tafsir QS Al-Maidah ayat 65-66 di Masjid al-Aqsha Menara Kudus, Senin (13/05). “Mengapa kitab Taurat, Injil, dan kitab-kitab lain selain Al-Qur’an rawan diubah? Sebab tidak ada yang hafal kecuali Nabinya sendiri,” sebutnya.

Kitab Taurat, terang KH Sya’roni, yang hafal hanya Nabi Musa dan Nabi Harun. Jadi kalau sekarang ada kekeliruan tidak ada yang bisa meluruskan. Berbeda dengan Al-Qur’an yang dihafal oleh banyak orang. “Bahkan anak-anak kecil saja sudah banyak yang hafal, itu keistimewaan Al-Qur’an,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, KH Sya’roni memaparkan perilaku orang-orang Yahudi yang tidak mau mengakui kerasulan Nabi Muhammad meski telah disebutkan tanda-tandanya dalam Taurat dan Injil. Yang lebih parah lagi, mereka bahkan berani mengubah ayat-ayat Allah di dalam kitab mereka.

“Padahal jikalau mereka itu mau mengimani Nabi Muhammad sebagai utusan, Allah akan menghapus kesalahan dan dosa mereka lalu menggantinya dengan kebaikan,” papar Mbah Sya’roni menafsirkan ayat  66 QS Al-Maidah.

Lebih lanjut, KH Sya’roni menjelaskan, Nabi Muhammad adalah manusia yang dijaga langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik jasad maupun ruh, selamanya. Ulama ahli ilmu Al-Qur’an ini kemudian menceritakan bukti-bukti mengenai hal tersebut. “Pernah ada orang Yahudi yang mau mengambil jasad Nabi Muhammad yang telah dikubur, tapi akhirnya ketahuan,” katanya. (Farid/Muiz)