::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ribuan Warga Palestina Peringati Hari Nakba, 47 Orang Terluka

Kamis, 16 Mei 2019 03:00 Internasional

Bagikan

Ribuan Warga Palestina Peringati Hari Nakba, 47 Orang Terluka
Warga Palestina gelar demonstrasi untuk peringati Hari Nakba (Ibraheem Abu Mustafa/Reuters)
Gaza, NU Online
Ribuan warga Gaza, Palestina, menggelar aksi demonstrasi untuk memperingati 71 tahun Hari Nakba pada Rabu, (15/5). Nakba bermakna ‘bencana’ merupakan hari pembentukan negara Israel atau hari dimana warga Palestina terusir dari tanah mereka sendiri.

Sedikitnya, ada 10 ribu warga Palestina di Gaza yang ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut. Kelompok pengunjuk rasa tersebut mendekati perbatasan Jalur Gaza, mengibarkan bendera Palestina, dan melempar batu ke arah tentara Israel. Tentara Israel tidak tinggal diam. Mereka menembakkan gas air mata, peluru karet, dan ‘amunisi hidup’ untuk mengusir para demonstran.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, setidaknya 47 orang terluka dalam aksi tersebut. Namun, belum ada informasi lebih detail mengenai berapa banyak dari mereka yang terkena amunisi hidup atau terluka oleh peluru karet atau terluka setelah menghirup gas air mata.

Pemimpin kelompok Jihad Islam Khader Habib mengatakan, aksi demonstrasi tersebut merupakan penolakan warga Palestina atas pendudukan Israel. Melalui aksi tersebut, warga Palestina menegaskan bahwa tanah yang diduduki Israel adalah hak warga Palestina.

"Palestina adalah milik kami, laut adalah milik kami, langit adalah milik kami, tanah adalah milik kami, dan orang-orang asing itu harus disingkirkan," kata Habib, dikutip laman Reuters, Rabu (15/5).

Jamila Mahmoud (50), salah satu warga Gaza yang ikut demonstrasi, mengatakan, keluarganya tinggal di Asqlan sebelum terusir. Namun saat ini, Israel mengubah nama daerah tersebut menjadi Ashkelon.

“Jika kami tidak kembali, mungkin anak-anak dan cucu-cucu kami akan melakukannya, suatu hari kami akan mendapatkan hak-hak kami kembali," kata Jamila. 

Setelah negara Israel berdiri pada Mei 1948, ratusan ribu warga Palestina terusir dari tanah yang sudah ditempati leluhur mereka sejak lama. Pendudukan Israel juga menyebabkan jutaan warga Palestina mengungsi ke beberapa negara seperti Yordania, Suriah, Arab Saudi, dan lainnya. (Red: Muchlishon)