::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ibu Berperan Penting Jaga Keluarga dari Pengaruh Radikalisme

Sabtu, 18 Mei 2019 00:00 Nasional

Bagikan

Ibu Berperan Penting Jaga Keluarga dari Pengaruh Radikalisme
Jakarta, NU Online
Komisioner KPAI yang juga Wakil Ketua LKK PBNU Susianah Afandy menekankan tentang pentingnya literasi digital karena dalam pengamatannya, banyak orang yang kecanduan terhadap dunia maya, khsususnya media sosial.

“Manusia sekarang kecanduan oleh dunia maya, orang mulai kecanduan gadged, lebih percaya pada dunia maya. Solusinya ya harus diimbangi literasi digital,” kata Susi pada acara dialog dan buka puasa bersama yang yang diadakan PW IPPNU dan PKC Kopri PMII Kalimantan Barat di Aula BKKBN Kalimantan Barat, Jumat (17/5). Dialog mengusung tema ”Peran Perempuan dalam Pencegahan Kekerasan dan Gerakan Radikal Terorisme”.

Menurutnya, literasi digital sangat penting agar penggunanya tidak mudah terpengaruh ketika menerima informasi yang belum jelas, khususnya informasi yang terkait radikalisme.

“Kita harus mampu menyaring informasi,” ucapnya.

Sementara Kabid KSPK BKKBN Kalbar Aulia A Arief mengajak semua peserta dialog untuk sering mengadakan kegiatan bersama BKKBN. Hal itu agar bisa berperan menjadi orang tua yang baik.

Menurutnya, seorang ibu sangat menentukan dalam menanamkan nilai dan ajaran perilaku pada putra dan putrinya. Seorang ibu sangat mampu melindungi dan mencegah putra dan putrinya dari pengaruh buruk dan berbahaya di lingkungan sekitarnya, sehingga memberikan pemahaman kepada ibu tentang berbagai hal, termasuk bahaya radikalisme sangat penting.

Adapun pembicara lainnya, yakni Kabid KB/KR BKKBN Kalbar Hadirin menambahkan bahwa selama ini BKKBN telah turut berperan aktif dalam membangun perkembangan manusia.

Ia mengajak semua yang hadir agar bisa bersama-sama menyaring informasi-informasi yang didapatkan dan mengingatkan agar tidak menikah pada usia dini, menjauhi seks bebas dan Napza.

Ia mengatakan, keluarga merupakan lingkungan paling intim dan benteng pertahanan terdepan dalam mencegah masuknya paham-paham buruk. Apalagi saat ini radikalisme cenderung banyak menyerang anak muda.

“Keluarga, khususnya ibu, harus mempunyai bekal pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai ancaman bahaya radikalisme,” ucapnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)