::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PWNU Kalsel Minta Warga Kelola Lahan Gambut dengan Nilai Manfaat

Sabtu, 18 Mei 2019 09:30 Nasional

Bagikan

PWNU Kalsel Minta Warga Kelola Lahan Gambut dengan Nilai Manfaat
Sosialisasi pengelolaan lahan gambut di Kalsel
Hulu Sungai Utara, NU Online
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan, Hasib Salim, meminta kepada seluruh warga Kalimantan Selatan yang hidup di sekitaran lahan gambut untuk dapat mengolahnya menjadi lahan yang bernilai manfaat.

Menurutnya, lahan yang bernilai manfaat tersebut adalah pengelolaan yang memberikan dampak baik untuk lingkungan hidup dan untuk kesejahteraan masyarakat. Penduduk yang didominasi petani di Kalimantan Selatan menjadi kekuatan tersendiri untuk memanfaatkan lahan gambut.

"Saya meminta kepada masyarakat untuk belajar mengelola lahan gambut dengan baik dan benar sehingga yang dilakukan bermanfat dan tidak memberikan dampak buruk," kata Hasib seusai mengisi kegiatan Doa Bersama Menuju Kalimantan Selatan Hijau dan Sosialisasi Mengelola Lahan Gambut tanpa Bakar di Pondok Pesantren Darul Yatama, Pinang Habang Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (17/5).

Ia bersyukur Badan Restorasi Gambut (BRG) intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga secara perlahan masyarakat tersadarkan mengenai dampak lingkungan yang menyangkut lahan gambut. Dia meminta kepada seluruh masyarakat untuk membantu BRG dalam menuntaskan kewajiabnnya sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas restorasi gambut di 7 provinsi di Indonesia. Masyarakat harus mampu menguasai ilmu pertanian agar bisa menjaga kesehatan gambut dengan maksimal.

"Kami mengucapkan terima kasih atas program yang telah dilakukan, bagaimana mengelola lahan gambut agar menjadi bermanfaat," ucapnya.

Seperti diketahui, gambut merupakan hamparan yang terbentuk dari timbunan materi organik yang berasal dari sisa-sisa pohon, rerumputan, lumut dan jasad hewan. Semuanya menumpuk sejak ribuan tahun hingga membentuk endapan yang tebal.

Pada umumnya, gambut berada di area genangan air, seperti rawa, cekungan antara sungai maupun daerah pesisir. Gambut yang terbentuk di atas tanah liat atau lempung relatif lebih kayak mineral dibanding gambut di atas pasir. (Abdul Rahman Ahdori/Muiz