::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Rais PBNU Ajak Semua Pihak Terima Hasil Pemilu 2019

Selasa, 21 Mei 2019 15:30 Nasional

Bagikan

Rais PBNU Ajak Semua Pihak Terima Hasil Pemilu 2019
Rais PBNU, KH Idris Hamid.
Pasuruan, NU Online 
Salah seorang Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Idris Hamid menyerukan pesan damai dalam rangka menyambut keputusan hasil Pemilu 2019. 

Tak hanya itu, pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan, Jawa Timur tersebut juga mengajak semua pihak untuk menerima hasil Pemilu 2019 yang telah diumumkan KPU dengan lapang dada.

"Pemilu merupakan kesepakatan bersama rakyat Indonesia. Adanya Pemilu itu menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara demokratis. Untuk itu mari kita terima dengan lapang dada hasil keputusan Pemilu 2019, " katanya, Selasa (21/5).

Lebih lanjut, putra Mbah KH Hamid Pasuruan ini menyampaikan bahwa tidak perlu adanya penggerakan massa atau people power seperti yang direncanakan 22 Mei nanti. Terlebih di momen Ramadhan seperti sekarang ini.

"Ini momentum Ramadhan, mari kita hormati dan fokuskan diri untuk beribadah. Serta hidup dengan penuh kedamaian, kesejukan dan membangun silaturahim sesama teman," tegas kiai yang pernah mengenyam pendidikan di Timur Tengah tersebut.

Tak hanya itu, dewan pengasuh di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan tersebut juga meminta semua elemen bangsa untuk tetap bersabar. “Menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak lain yang ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI,” ungkapnya. 

Bahkan, Kiai Idris mencoba menganalogikan Pemilu seperti pertandingan sepak bola, di mana menurutnya dalam pertandingan ada tempat sendiri antara wasit dan penonton.

"Seperti permainan sepak bola, harus ada tempat sendiri antara wasit dan penonton, di mana penonton tidak boleh masuk di arena pertandingan. Biarlah wasit yang mengatur dan menetapkan hasil pertandingan. Begitu pun Pemilu, biarlah KPU yang menetapkannya secara resmi. Dan kita tinggal menunggu hasil keputusannya," tegasnya.

Untuk itu, KH Idris Hamid dengan tegas mengimbau kepada seluruh warga Indonesia agar tetap tenang dan selalu menjaga keutuhan serta kerukunan di manapun, sampai kapanpun, dan dalam situasi apapun.

"Dalam sebuah pertandingan harus siap menang dan kalah. Dan apapun hasilnya, mari kita pasrahkan ke Allah lewat jalur formal, karena agama sendiri selama ini mengajarkan jalur formal," tutupnya. (Abu Avzalea/Ibnu Nawawi)