::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Jatim: Jangan Peralat Islam untuk Kelabui Masyarakat

Kamis, 23 Mei 2019 00:40 Nasional

Bagikan

Kiai Jatim: Jangan Peralat Islam untuk Kelabui Masyarakat
Jakarta, NU Online
Pengasuh Pesantren Al-Amin Kediri, Jawa Timur, KH Anwar Iskandar menegaskan aksi demonstrasi di Bawaslu tidak bisa disebut aksi bela Islam. Menurutnya, Islam hanya diperalat oleh kelompok tertentu untuk mengelabui masyarakat.
 
"Islam itu hanya diperalat saja, hanya jubah saja," kata Kiai Anwar kepada NU Online, Rabu (22/5).
 
Ia mengatakan pemerintah Indonesia telah membuktikan perhatiannya kepada umat islam sejak kemerdekaan. Bahkan, umat Islam di Indonesia patut bersyukur karena tidak pernah terjadi bentrokan agama seperti yang terjadi di negara negara timur tengah.
 
Semua dibebaskan untuk beribadah sebanyak-banyaknya tanpa ada larangan dari pemerintah bahkan pemerintah sendiri mempelopori kegiatan ibadah seperti aparat kepolisian yang kerap melakukan kegiatan keagamaan.
 
"Disini ustadz, mubaligh, gampang banget, yang ditangkap dan sebagainya memang orangnya yang melanggar aturan kebetulan orang Islam, mana ada kiai ditangkap," tuturnya.
 
Islam di Indonesia kata dia tidak memiliki persoalan seperti yang dituduhkan kelompok masyarakat tertentu. Islam di Indonesia masih damai tidak ada yang melarang umatnya untuk melakukan aktifitas ibadah dan sebagainya.
 
Kemudian terkait dengan demo yang masih berlangsung, kata Kiai Anwar, sesungguhnya hanya karena ketidakpahaman masyarakat soal demokrasi. Sebab, capres Prabowo Subianto yang dibela massa pun telah menyampaikan bahwa akan menempuh jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi.
 
"Kalau mereka paham sebenarnya tidak perlu ada demo karena apa karena Prabowo sendiri mengatakan  bahwa ketika dia menolak hasil KPU artinya dia mau mengajukan sengketa ke MK. Sekarang ada demo ya gak usah terjadi, kalau harus terjadi mestinya tidak usah anarkis boleh demo sebagai bagian dari kebebasan berpendapat tapi kan harus ikut aturan," ujarnya.(Abdul Rahman Ahdori/Abdullah Alawi)