::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ciri Santri Ideal Harus Shalih untuk Diri dan Masyarakat

Senin, 27 Mei 2019 10:00 Daerah

Bagikan

Ciri Santri Ideal Harus Shalih untuk Diri dan Masyarakat
Santunan untuk yatim dan piatu oleh Pesantren Durrotu Aswaja.
Semarang, NU Online
Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljamaah (PPDA) atau yang juga populer dengan Durrotu Aswaja Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah mengadakan buka bersama dan santunan bagi anak yatim dan anak piatu.

Pengasuh PPDA, Kiai Agus Romadhan mengatakan kegiatan dimaksudkan melatih dan membiasakan santri dalam bermasyarakat. Tak hanya mengajarkan ilmu, namun lebih dari itu bisa menerapkan ilmu yang dimiliki.

"Santri tidak hanya shalih untuk dirinya, tetapi juga untuk masyarakatnya," kata Kiai Agus, Ahad (26/5).

Dijelaskan lebih lanjut, ilmu yang telah dimiliki santri hendaknya juga diamalkan dalam masyarakat. “Hal ini bukan hanya manifestasi dari sebuah ilmu yang diperoleh, akan tetapi juga sesuai dengan Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan dengan bisa menjadi contoh atau teladan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sekretaris Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Kota Semarang tersebut melanjutkan, santunan yang diberikan merupakan agenda rutin tahunan. “Target kami warga sekitar pesantren dan beberapa Taman Pendidikan Al-Qur’an yang ada di bawah binaan pesantren,” urainya.

Sebelumnya, kata Kiai Agus melanjutkan, telah diadakan pasar murah berupa sembako senilai Rp.100.000,- yang dijual Rp.50.000,-. Tahun ini 100 paket, meningkat dari tahun sebelumnya yang menyediakan 70-80 paket sembako. 

"Paket sembako bagi warga yang tidak mampu di sekitar pesantren, yakni wilayah RW 3 Banaran, Kelurahan Sekaran, Gunungpati. Dana diperoleh dari donatur," terangnya.

Di akhir penjelasan, Kiai Agus menegaskan peran santri untuk bisa melayani umat. "Di mana pun santri berada, dia harus bisa memberikan atau melayani umat," tandasnya.

Sementara ketua panitia, Ahmad Faiz mengungkapkan PPDA dalam kegiatan kali ini menggandeng Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU Jateng. "Kami upayakan santunan kali ini dari LAZISNU Jateng dan pesantren," ungkapnya.

Dari 16 yatim maupun piatu yang hadir dalam kesempatan tersebut dijemput langsung panitia. "Ada 16 anak yang dijemput. Masing-masing mendapatkan uang senilai Rp.300.000, dan sebuah bingkisan yang berisi peralatan sekolah," pungkasnya. (Rifqi Hidayat/Ibnu Nawawi)