::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Festival Balon Udara, Banser Pekalongan Pilih Jadi Peserta

Rabu, 12 Juni 2019 11:30 Daerah

Bagikan

Festival Balon Udara, Banser Pekalongan Pilih Jadi Peserta
Banser Kota Pekalongan dalam festival balon udara tambat
Pekalongan, NU Online
Upaya pemerintah dalam hal ini Airnav Indonesia bersama Pemkot Pekalongan mengurangi dampak gangguan penerbangan terus dilakukan. Salah satunya ialah Festival balon udara tambat yang bertajuk Java Traditional Balloon Festival 2019 di Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (12/6). 

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Pekalongan merupakan salah satu dari 105 peserta yang ikut dalam event yang tahunan untuk kedua kalinya digelar di Kota Pekalongan.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kota Pekalongan Fatkhurrahman kepada NU Online membenarkan bahwa Banser ikut menjadi salah satu peserta dalam Festival Balon udara Tambat tahun 2019. "Benar, Banser ikut dalam peserta lomba. Jika dalam setiap event, Banser menjadi salah satu tim pengamanan kegiatan, tapi kali ini menjadi peserta," ujarnya.

Dikatakan, keikutsertaan Banser dalam festival balon udara tambat bukan semata ingin merebut hadiah total yang disediakan panitia sebesar 75 juta, akan tetapi hadirnya Banser sebagai dukungan langkah pemerintah mengurangi dampak gangguan penerbangan yang akhir-akhir ini dikeluhkan para pilot.

"Ini sebagai bentuk dukungan Banser kepada pemerintah terhadap banyaknya balon liar setiap tanggal 8 Syawal yang harus diberi wadah penyaluran hobi dengan menggelar festival balon udara tambat," tandasnya.

Jika dibanding tahun lalu, peserta Festival Balon Udara Meningkat Drastis. hal ini dilihat dari jumlah peserta yang mendaftar, jauh lebih besar dibanding festival yang sama tahun 2018 lalu. 

Salah satu panitia, yang juga Ketua Komunitas Sedulur Balon Pekalongan, Priyadi Solihin, menyebutkan hingga batas akhir pendaftaran, ada 105 tim yang mendaftar ke panitia. “Tahun lalu ada 38 yang mendaftar, dan 31 diantaranya hadir menjadi peserta. Sedangkan kali ini ada 105 peserta yang sudah mendaftar,” ungkap Yadi, sapaan akrabnya, Ahad (9/6).

Para peserta ini berasal dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. “Dari Batang ada 2 tim, dari Kabupaten Pekalongan 22 tim, sisanya dari Kota Pekalongan,” tuturnya.

Yadi menambahkan, beda dengan pelaksaan di tahun sebelumnya yang dibagi menjadi dua sesi, festival balon udara tahun ini dilaksanakan dalam satu sesi. Kegiatan dilaksanakan serentak mulai pukul 05.00 WIB. 

Festival Balon Udara ini untuk memeriahkan tradisi syawalan (sepekan setelah lebaran) di Kota Pekalongan. Kegiatan ini sekaligus untuk memfasilitasi tradisi membuat balon udara tradisional untuk memeriahkan syawalan yang biasa dilakukan masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya. 

"Harapannya agar tidak ada lagi balon udara yang dilepaskan secara liar dan dapat membahayakan penerbangan," ungkapnya.

Sebelumnya, Manager Humas Airnav Indonesia, Yohannes Sirait menjelaskan bahwa tradisi membuat balon udara untuk memeriahkan Syawalan tetap diperbolehkan. Hanya saja harus sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat.

Banser berharap masyarakat Pekalongan bisa memanfaatkan festival ini untuk menyalurkan hobi, bakat, dan seni membuat balon, sehingga secara bertahap penerbangan balon liar di wilayah udara Pekalongan dapat diminimalisir. Pada akhir kegiatan tim Banser Kota Pekalongan dapat door prize utama dari panitia berupa handphone Samsung A10. (Muiz)