::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketua PWNU Jateng: Khidmah di NU Adalah Karunia

Rabu, 19 Juni 2019 11:00 Daerah

Bagikan

Ketua PWNU Jateng: Khidmah di NU Adalah Karunia
Pemotongan Tumpeng oleh Ketua PWNU Jawa Tengah
Semarang, NU Online
Berkhidmah di Jam'iyyah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan anugerah dan karunia yang tidak didapat semua umat Islam. Banyak orang yang selalu mempertimbangkan aspek untung rugi dalam hal materi saat akan berkiprah di organisasi kemasyarakatan. Banyak orang lebih memilih aktif di organisasi profit daripada nirlaba yang sepi dari aspek keuntungan.

Hal itu diungkapkan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Mohamad Muzamil pada acara Halal bi Halal dan Tasyakuran Lembaga Pendidikan Ma'arif PWNU Jateng, Selasa (18/6) malam.

"Khidmat di NU itu adalah karunia. Tidak semua orang berkesempatan aktif di NU. Ukurannya tidak naik tingkat dari PC ke PW, dari PW ke PB. Tapi peningkatan mutu pengabdian pada semua struktur NU di level manapun," tegas Kiai Muzamil.

Menurutnya, orang yang serius khidmat di NU pasti mengalami pengalaman spiritual yang tidak dialami orang lain.

"Insyallah ada keberkahan, dan pasti ada pengalaman menarik. Secara material, di NU tidak ada apa-apanya. Namun di ranah spiritual, pasti tiap pengurus mengalami pengalaman spiritual menarik yang pasti tiap orang berbeda," ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut ia juga memaparkan dua hal inti program pendidikan yang dipesankan pada LP Ma'arif PWNU Jateng. Pertama adalah terkait peningkatan mutu pendidikan Ma'arif.

"Sekolah dan madrasah Ma'arif harus memiliki keunggulan komparatif. Sekarang jualannya tahfiz. Tapi kalau level kita di PAUD dan MI itu membaca, menganalisis baru menghafalkan. Karena menghafal itu, tidak semua anak atau tidak semua pelajar paham. Tugas LP Ma'arif menyadarkan masyarakat bahwa menghafal itu ada levelnya sendiri," katanya.

Ia juga berharap LP Ma'arif mampu memberi pemetaan penguatan aspek akidah Islam Aswaja Annahdliyah, bahasa, matematika, hafalan dan pembelajaran yang menyenangkan.

"Sekarang memang beda. Paradigmanya pembelajaran menyenangkan, tapi tradisi hormat dan menjaga kewibaan pada guru harus tetap dijaga. Selain itu kepribadian guru juga harus diutamakan karena sebagai contoh," lanjutnya.

Program kedua yang ia pesankan adalah mendirikan sekolah atau madrasah unggulan. "Perlu sekolah atau madrasah model, bisa seperti labschool. Secara informal sudah digagas di karesidenan Solo. Minimal, ada satu sekolah di periode ini mengelola sekolah model, baik jenjang PAUD, MI atau SD. Baru kalau sudah sukses bisa berkembang ke SMP/MTs dan SMA/SMK/MA," bebernya.

Hadir pada kesempatan tersebut, pengurus harian LP Ma'arif PWNU Jateng dan panitia Pekan Olah Raga dan Seni Ma'arif (Porsema) XI yang membahas persiapan teknis pelaksanaan Porsema pada 24-27 Juni 2019 mendatang. Halal bi Halal dan Tasyakkuran tersebut juga ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Kiai Muzamil. (Ibda/Muhammad Faizin)