::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mengurangi Limbah Plastik, Jihad yang Butuh Dukungan Semua Pihak

Rabu, 26 Juni 2019 17:30 Daerah

Bagikan

Mengurangi Limbah Plastik, Jihad yang Butuh Dukungan Semua Pihak

Pamekasan, NU Online
NU sudah secara tegas mengharamkan pembuangan sampah plastik secara sembarangan. Sebab, limbah yang sulit terurai tersebut sudah mengepung dan membahayakan kehidupan masyarakat.

"Bahkan, NU sampai menyeriusinya lewat Bahtsul Masail. Inilah yang mendasari kita bergerak menggelar Halaqoh Lingkungan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat," tegas Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan, Syafiuddin, saat menjadi narasumber dalam Halaqoh Lingkungan di aula Lantai II kantor PCNU Pamekasan, Rabu (26/6) siang.

Alumnus Universitas Islam Madura (UIM) tersebut menegaskan, Halaqoh Lingkungan diharapkan bisa melahirkan paradigma aktif untuk memerangi sampah dan limbah plastik. Sebab, ketika paradigma tersebut terbangun dengan baik, maka ikhtiar mengurangi sampah dapat terlaksana secara berkesinambungan.

"Jihad mengurangi sampah ini butuh dukungan penuh dari semua unsur masyarakat. Alhamdulillah di sini hadir pemuda, santri, perkasa, muslimat, dan pegiat sampah," tegas Syafiuddin di hadapan audien yang terdiri dari Ketua PAC GP Ansor dari 13 kecamatan Kabupaten Pamekasan, Persatuan Kepala Desa (Perkasa), perwakilan pesantren, Muslimat, dan perwakilan pemuda tersebut.

Dalam kesempatan itu, anggota DPRD Pamekasan tersebut menyayangkan kecenderungan masyarakat yang masih abai terhadap bahaya plastik. Bahkan, kerap tidak sadar bahaya membuang dan membakar sampah tanpa memisahkan kandungan karbon yang berbahaya.

"Karbon yang berbahaya tersebut bisa dipisahkan dengan memakai alat insiminator. Bisa pakai dalam skala kecil. Harganya Rp50 jutaan. Terutama untuk menangani sampah-sampah plastik di pesantren atau pedesaan," ungkapnya.

Sebagai wakil rakyat yang baru terpilih, Syafiuddin bertekad agar Perda-Perda di Pamekasan betul-betul dimaksimalkan realisasinya. Utamanya Perda yang terkait sampah dan limbah plastik.

"Di tempat pembuangan akhir (TPA), kita cermati sejauh ini sampah hanya dibiarkan menumpuk, menggunung, mencemari udara, mencemari air tanah dalam skala lebih luas. Ini perlu disikapi secara serius," tegasnya.

Dalam Halaqoh Lingkungan, PC GP Ansor Pamekasan menghadirkan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan dan Nanang Priyanto selaku Penggiat Insiminator sampah-sampah plastik di kota-kota berpenduduk padat. (Hairul Anam/Aryudi AR).