::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kemampuan Bahasa Asing Tidak Terhindarkan bagi Santri

Selasa, 02 Juli 2019 07:30 Daerah

Bagikan

Kemampuan Bahasa Asing Tidak Terhindarkan bagi Santri
Kota Banjar, NU Online
Pengasuh pesantren ini mengingatkan kepada seluruh santri untuk menguasai bahasa asing termasuk Inggris dan Arab. Karena dengan menguasai bahasa, maka akan menguasai dunia. 

Hal tersebut disampaikan KH Munawir Abdurrohim, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar, Jawa Barat. Wejangan disampaikan kepada ribuan santri putra dan putri saat pengajian Slasaan, Senin (1/7) petang. 

Dengan diawali ucapan salam, bismillah dan ahlan wasahlan, KH Abdurrohim mengawali ceramahnya. Setelah itu, menyambungnya dengan berbahasa Inggris dan Arab. Sontak ribuan santri heran dan kagum mendengarnya. Tak disangka, yang selama ini mereka tahu hanya mengartikan kitab dengan pegon Jawa, kini mendengarkan langsung sang kiai berbicara dengan bahasa Inggris dan Arab. 

“Seluruh santri hendaknya belajar menggunakan bahasa Inggris dan Arab, karena dua bahasa itu merupakan bahasa dauliyah yaitu bahasa internasional,” katanya. 

Selain itu dengan berlatih menggunakan kedua bahasa tersebut, KH Abdurrohim mengatakan bahwa santri adalah harapan bangsa. Menurutnya, santri harus bisa menjadi harapan bangsa dan harapan di masyarakat. 

“Kamu semua adalah harapan bangsa. Terutama kamu semua adalah harapan orang tuamu,” ungkapnya dengnan nada khasnya. 

Untuk menjadi harapan bangsa, maka para santri harus menjadi harapan orang tua. Santri adalah kebanggaan orang tua. Maka dari itu balaslah dengan membuat bangga orang tua. 

“Demi mewujudkan semua itu, maka santri Al-Azhar harus mematuhi tiga pilar santri yaitu sregep jamaah, sregep nderes al-Qur’an, sregep ngaji lan sekolah,” ungkapnya. 

Pondok pesantren yang berdiri sejak 1960 ini mempunyai tiga pilar tersebut dalam belajar. Tiga pilar tersebut adalah wejangan pendiri pondok pesantren, simbah KH Abdurrahim atau ayah KH Munawir Abdurrohim sang pejuang pengusir penjajah di tanah pondok setempat. Tiga pilar tersebut berbahasa Jawa. 

Selain itu, tiga pilar merupakan wejangan yang manjur dibuktikan dengan alumni pondok Al-Azhar menjadi pengayom masyarakat. “Juga melanjutkan kuliah di luar negeri dan menjadi orang sukses sampai pimpinan IPNU Pusat, menteri dan sukses dalam organisasi lainnya,” jelasnya. 

Selain itu, untuk menjadi pemuda harapan bangsa dengan tiga pilar tersebut. “Maka hendaknya para santri dianjurkan untuk bersiwak. Karena dengan bersiwak menjadikan pikiran tajam dan mempunyai daya hapal kuat,” pungkasnya. (Siti Aisyah/Ibnu Nawawi)