::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ma'arif dan IPNU-IPPNU Jombang Siap Dirikan 250 Pimpinan Komisariat

Kamis, 11 Juli 2019 13:30 Daerah

Bagikan

Ma'arif dan IPNU-IPPNU Jombang Siap Dirikan 250 Pimpinan Komisariat
Kerja sama LP Ma'arif NU, IPNU-IPPNU dan Kemenag Jombang.
Jombang, NU Online 
Surat instruksi Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama Jawa Timur untuk mengubah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menjadi Komisariat IPNU-IPPNU direspons cepat. Hal itu sebagaimana dilakukan Pengurus Cabang (PC) LP Ma'arif NU dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang.

Langkah yang dilakukan PC LP Ma'arif dengan PC IPNU-IPPNU Jombang dalam instruksi itu adalah membentuk kepengurusan di sekolahan yakni Pimpinan Komisariat (PK) secara masif. Ditargetkan akan berdiri setidaknya 250 kepengurusan IPNU-IPPNU di sekolah. 

"PC LP Maarif NU Jombang siap dirikan 250 Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU Pada lembaga atau satuan pendidikan dibawah NU Jombang," kata Ketua PC LP Ma'arif NU Jombang, Nur Khozin, Kamis (11/7).

Ia memandang, dengan pendirian kepengurusan IPNU-IPPNU di sekolah secara menyeluruh, nama OSIS akan perlahan berganti, khususnya sejumlah sekolah maupun madrasah yang berdiri di bawah koordinasi LP Ma'arif NU.

Ada banyak manfaat yang akan didapat siswa dan lemabaga pendidikan saat OSIS berganti PK IPNU-IPPNU. Di antaranya ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah akan semakin kuat. 

“Siswa maupun sekolah secara otomatis akan dikenakan ajaran-ajaran Aswaja an-Nahdliyah dengan sempurna, sehingga ajaran-ajaran yang selama ini dinilai melenceng dengan prinsip dan nilai Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin cukup sulit untuk bisa masuk ke sekolah,” ungkapnya.

Sejumlah hal akan dilakukan. "Dimulai dari pembentukan atau pendirian Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU dan berlanjut kegiatan Makesta, Lakmud dan seterusnya, sehingga memastikan terjadi penguatan pada proses pembelajaran Aswaja," jelasnya.

Ajaran Aswaja an-Nahdliyah di sekolah saat ini memang belum begitu kuat. Dibutuhkan pola atau formula yang mendukung terhadap bagaimana bisa menjadi ajaran yang harus bahkan wajib diajarkan kepada para siswa. Dengan pendirian PK IPNU-IPPNU itu diharapkan ajaran-ajaran Aswaja an-Nahdliyah lebih masif di sekolah maupun madrasah.

Kemarin, Rabu (10/7), PC IPNU-IPPNU, PC LP Ma'arif NU serta Kementerian Agama (Kemenag) setempat melakukan kerja sama di Aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang. Hal tersebut terkait pendirian PK IPNU-IPPNU di sejumlah sekolah di Jombang. 

Hal ini menurut Ketua PC IPNU Jombang, Moh Ishomuddin Haidar adalah upaya serius dalam membumikan ajaran Aswaja an-Nahdliyah di lingkungan sekolah. Kemenag sebagai institusi resmi negara yang salah satu perannya menaungi madrasash juga sudah mendukung terhadap pendirian PK IPNU-IPPNU.

"Sebagai organisasi keterpelajaran, IPNU-IPPNU siap bersinergi dengan LP Ma'arif NU yang menaungi lembaga sekolah NU se-Jombang," tandasnya. (Syamsul Arifin/Ibnu Nawawi)