::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Waketum PBNU: Ingin Damai, Baca ‘NU Online’

Kamis, 11 Juli 2019 16:00 Nasional

Bagikan

Waketum PBNU: Ingin Damai, Baca ‘NU Online’
Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Mochamad Maksum Mahfoedz ikut mendoakan hari lahir ke-16 tahun media resmi PBNU NU Online. Ia berharap NU Online konsisten menjadi media ramah yang mendidik dan mencerahkan umat.

Konsisten, kata Guru Besar Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, penting sebagai corong media Islam yang moderat sehingga dapat menjadi media yang menyejukan keadaan  dan mendamaikan. 

“Dan itu resmi ada ratingnya diakui oleh institusi formal dan oleh masyarakat dengan segala beragam dan substansi acaranya. Kalau ingin ribut baca media online yang lain; kalau ingin damai, baca NU Online. Kalau ingin berita yang lurus lurus, baca NU Online,” kata alumnus University of the Philippines at Los Banos (UPBL) Filipina ini, saat menghadiri syukuran Hari Lahir NU Online ke 16 tahun di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (11/7).

Ia mengatakan, yang dimaksud media dalam pandangan Nahdlatul Ulama adalah media yang memiliki konten kejujuran, kedamaian, tasamuh, keaswajaan, media yang memiliki begitu luas dalam hal pemberitaan. 

Ia yakin dan optimis NU Online mampu menjadi media yang komitmen mendidik masyarakat melalui berbagai pemberitaan yang diposting. 

“Selamat kepada NU Online, tentu tuntutan untuk tetap hebat agar tidak tersalip oleh yang lain dalam tanda kutip sebagai persaingan di dunia maya. Semoga semakin kuat; kalau kita bisa mempertahankan berita yang lurus, jujur dan orisinalitas informasi maka seruwet apa pun, NU Online tidak akan dikalahkan oleh media lain, dari media manapun dalam urusan keislaman, sekali lagi selamat,” ujarnya. (Abdul Rahman Ahdori/Abdullah Alawi)