::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Wildan, Sosok Muda yang Ingin Ulama Tetap Jadi Rujukan Ansor

Jumat, 12 Juli 2019 10:30 Daerah

Bagikan

Wildan, Sosok Muda yang Ingin Ulama Tetap Jadi Rujukan Ansor
Wildan duduk paling kiri

Jember, NU Online
Konferensi Wilayah (Konferwil) PW Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur (Jatim) yang  akan dihelat tanggal 28 Juli 2019 di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Malang, tampaknya bakal seru. Sederet nama anak muda pun mencuat untuk mengisi kursi Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Jatim masa khidmah 2019-2023. Salah satunya adalah Wildan Khisbullah Suhma. Kader Ansor asal Jember ini mempunyai semangat yang tinggi untuk mengabdikan dirinya dalam skala yang lebih luas.

“Bukan apa-apa, kita ingin berpartisipasi lebih aktif lagi di area yag lebih luas, Jawa Timur,” tukasnya kepada NU Online di kediamannya, Condro, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember Jawa Timur, Kamis (11/7).

Menurut Wildan, Ansor adalah badan otonom (Banom) NU yang didesain untuk menjadi jangkar bagi Nahdlatul Ulama, sehingga perahu NU tetap kokoh saat ombak dan gelombang pasang menghantam. Tidak cuma berfungsi sebagai jangkar tapi sekaligus benteng pertahanan.

“Prinsip utama Ansor adalah membentengi ulama, baik secara fisik maupun psikis,” jelasnya.

Bagi Wildan, Ansor merupakan ‘rumah’ kedua yang amat dicintainya. Kecintaannya itu diwujudkan dengan melahap sejumlah agenda pengkaderan, mulai dari Diklatsar (pendidikan dan latihan dasar) hingga Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) tingkat nasional di Makassar tahun 2017.

Wildan mengaku sangat bangga pada Ansor. Katanya, lembaran sejarah Ansor selalu tertulis dengan  bait-bait perjuangan  yang tak kenal lelah membela ulama dan bangsa Indonesia. Saat  posisi Indonesia terancam huru-hara akibat ulah PKI (Partai Komunis Indonesia), Ansor berada di garda terdepan untuk menyelamatkan negara, tak peduli nyawa menjadi taruhannya. Ketika Indonesia aman dan damai, Ansor ikut terlibat memberikan kontribusi, baik politik maupun sosial.

“Hebatnya semua itu atas ijin ulama (NU). Itulah yang membanggkan saya. Dan kedepan, Ansor perlu memperkuat posisi ulama sebagai rujukan dalam bertindak,” ucap pria yang pernah aktif di PMII Malang tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jember, H Kholidi Zaini berahap agar Konferwil PW GP Ansor mendatang, dapat menghasilkan program  dan keputusan yang mentereng. Dikatakannya, program, rekomendasi dan evaluasi terhadap kegiatan Ansor masa khidmah sebelumnya, perlu menjadi perhatian.

“Itu semua menjadi bekal dan pijakan bagi kepengurusan Ansor di mas-masa selanajutnya,” ujarnya. (Aryudi AR)