::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Perkuat Pemahaman Islam Moderat, MKNU Hadir di Sumsel

Jumat, 12 Juli 2019 13:30 Daerah

Bagikan

Perkuat Pemahaman Islam Moderat, MKNU Hadir di Sumsel

Ogan Komering Ulu Selatan, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sukses menggelar Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) di Komplek Mess Pemkab Danau Ranau OKU Selatan sejak Selasa (9/7) sampai Kamis (11/7) kemarin. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka penguatan pemahaman Islam moderat, Islam yang ramah dan memberikan rahmat bagi semua.

Ketua PWNU Sumsel, Kiai Heri Candra menegaskan, pihaknya berkomitmen memberikan pemahaman yang kuat kepada masyakat, terutama terkait ajaran Islam moderat yang tertuang dalam kaidah Ahlusunah wal Jamaah (Aswaja). Untuk itu, para kader NU perlu dilatih dan dibekali terlebih dahulu agar saat mengisi pengajian mampu menjelaskan dengan baik dan benar.

"Saya juga mendorong seluruh PCNU untuk menyelenggarakan MKNU agar kader-kader NU berkualitas dan menjadi orang tepat, tempat pengayom masyarakat dalam hal pemahaman agama," tutur Kiai Candra seperti rilis yang diterima NU Online, Jumat (12/7) pagi.

Menurutnya, ada sebagain kelompok yang terus menerus menyudutkan ajaran Islam yang telah diajarkan para tokoh NU ratusan silam. Padahal, jika ditelusuri lebhi jauh, para tokoh NU seperti KH Hasyim As'ari memiliki sanad keilmuan yang sampai ke Rasulullah SAW.

"Insyallah kita bisa buktikan itu, bahwa Kiai Hasyim As'ari, Syekh Nawawi Al-Bantani dan lain sebagainya sanad keilmuannya sampai ke Rasulullah, bisa dilbaca pada kitab-kitab yang ditulis beliau-beliau," katanya.

Ia berharap, pemahaman agama di masyarakat tidak tergoyahkan oleh pengaruh gerakan Islam radikal yang kembali mencuat di Sumatera Selatan. Sebab gerakan tersebut jelas-jelas tidak mencerminkan Islam yang rahmatal lil’alamin, malah sebaliknya: Islam dikesankan menebar kebencian dengan kata-kata yang penuh busa.

"Itu  sudah sangat jelas bertentangan dengan Islam," ucapnya. 

Hadir pada kegiatan itu antara lain, Rais Syuriyah,PWNU Sumsel KH Affandi,  Bupati OKU Selatan sekaligus Mustasyar PCNU OKU Selatan, Popo Ali Martopo, Katib PBNU KH Nurul Yakin Ishaq, Ketua PCNU OKU Selatan yang juga Wakil Bupati Oku Selatan, Solihien Abuasir dan 150 peserta perwakilan lembaga lemabaga NU dan Badan Otonom NU se-OKU Selatan.(Abdul Rahman Ahdori/Aryudi AR)