::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Unusa Tuan Rumah Pertemuan Forum Kedokteran Islam Indonesia

Jumat, 12 Juli 2019 17:45 Nasional

Bagikan

Unusa Tuan Rumah Pertemuan Forum Kedokteran Islam Indonesia
Surabaya, NU Online
Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) jadi tuan rumah pertemuan tahunan Forum Kedokteran Islam Indonesia (Foki). Tahun ini pertemuan mengambil tema Empowering Community for Health Status Improvement. Dan peran fakultas kedokteran Islam di Indonesia terkait dengan upaya pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan status kesehatan menjadi perbincangan serius.

“Kegiatan ini merupakan serangkaian acara Surabaya International Health Conference (SIHC) yang merupakan agenda dua tahunan pertemuan ilmiah di bidang kesehatan yang digagas Unusa. Secara kebetulan tahun ini juga peringatan Dies Natalis Unusa ke-6, sehingga semua dijadikan satu,” kata Wiwiek Afridah, selaku Ketua SIHC, Jumat (12/7).

Dekan Fakultas Kedokteran Unusa, Handayani mengatakan bahwa pertemuan rutin tahunan Foki akan diikuti 30 delegasi dari fakultas kedokteran di Indonesia, dan Wakil Ketua Federation of Islamic Medical Association (FIMA), Abdul Rashid bin Abdul Rahman. 

“Pertemuan ini sebagai momentum tepat bagi seluruh anggota Foki untuk saling bertukar pikiran terkait upaya mensinergikan energi tiga pilar antara rumah sakit, perguruan tinggi, dan masyarakat,” jelasnya.

Handayani menambahkan, setiap fakultas kedokteran yang berbasis Islam sudah memiliki konsep untuk mensinergikan antara rumah sakit, perguruan tinggi dan masyarakat.

Unusa misalnya, dalam upaya menjalankan tiga pilar itu menjadikan Poskestren atau Pos Kesehatan Pondok Pesantren sebagai ujung tombak dalam memberikan layanan kesehatan menuju peningkatan status kesehatan di lingkungan pondok pasantren.

“Unusa juga sudah menyiapkan mahasiswa untuk bisa bekerja di rumah sakit syariah, tapi mungkin masih ada kekurangan yang harus dibenahi,” jelasnya.

Hal lain yang menjadi topik dalam pertemuan itu adalah terkait dengan ilmu kedokteran Islam. “Yakni yang dipadukan dengan kedokteran modern seperti pemanfaatan bekam dan ruqyah yang dalam Islam itu cukup dikenal,” ungkapnya.

Menurut Handayani, jika sinergi energi tiga pilar berjalan baik, maka Islam akan lebih eksis dan dikenal sebagai agama rahmatan lilalamin pada tingkat global. “Apalagi, memasuki era revolusi industri 4.0 dengan berbagai perubahan dan disruption menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dihadapi perguruan tinggi,” tegasnya. 

Sementara Wiwiek Afridah menambahkan bahwa ada beberapa agenda dalam SIHC. Selain pertemuan Foki, juga diagendakan pertemuan antara Unusa dengan University of Northern Pilipina (UNP).

“Nantinya yang dibahas tentang implementasi kerja sama di bidang penelitian serta pertukaran mahasiswa dan dosen, khususnya untuk bidang keperawatan dan kebidanan,” katanya.

Selain itu digelar pula workshop leadership yang diselenggarakan secara online dengan topik Leadership Course on Tobacco Advocacy. “Beberapa pembicara dalam acara ini antara lain datang dari Turki, Malaysia dan Thailand,” urainya.

Dikemukakan Wiwiek Afridah, di sejumlah pondok pasantren di Turki memiliki budaya yang hampir sama seperti di Indonesia tentang rokok. “Pembicara akan berbagi pengalaman terkait dengan upaya gerakan pencegahan anti tembakau atau anti rokok,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi)