::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pengusaha dan Profesional Nahdliyin Agendakan Kunjungi Azerbaijan

Jumat, 12 Juli 2019 20:00 Nasional

Bagikan

Pengusaha dan Profesional Nahdliyin Agendakan Kunjungi Azerbaijan
Diskusi P2N, Jumat (12/7).
Jakarta, NU Online
Pengurus Pusat Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) akan mengadakan kunjungan ke sejumlah negara. Kunjungan dilakukan untuk membangun sinergi bisnis, dimulai ke Azerbaijan pada pertengahan Agustus. Negara lainnya adalah Jepang, China, Taiwan, dan Arab Saudi.

"P2N tidak sekadar diskusi, seminar, tapi melakukan kerja nyata. Kita akan ke Azerbaijan, mungkin tanggal 10 atau 12 Agustus. Nanti kita akan membahas bisnis. Ini jalan nyata untuk kita kolaborasi," kata Irnanda di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (12/7). FGD mengusung tema Meningkatan Kesejahteraan dan Pemerataan Melalui Konektivitas Infrastruktur.

Menurut Irnanda, dalam pertemuan di Azerbaijan, akan ada banyak hal yang dibahas. Di antaranya kemungkinan para pengusaha Azerbaijan ikut membangun perdagangan di Indonesia dengan cara berinvestasi. Juga, P2N mengirim produk karya Nahdliyin ke negeri yang dijuluki sebagai 'negara api' itu.

"Mereka (pengusaha Azerbaijan) siap berinvestasi ke Indonesia. Kita mungkin investasi ke sana. Kita akan saling belajar," ucapnya.

Nantinya, sambung Irnanda, kunjungan P2N bukan hanya diterima langsung oleh pengusaha, tetapi juga para petinggi negara, seperti perdana menteri atau presidennya. "Insyaallah nanti kita akan diterima minimal oleh Perdana Menteri Azerbaijan, maksimal oleh Presiden," lanjutnya.

Untuk itu, ia mengajak kepada pengusaha yang tergabung dalam P2N dan memiliki perusahaan yang capable agar menyiapkan diri untuk momentum yang penting tersebut karena jumlah peserta yang akan diikutsertakan terbatas.

"Nanti pengusaha yang ikut harus benar-benar bekerja, berbisnis sebagai mitra. Maksimal yang ikut 15 perusahaan yang capable," ucapnya.

Ia berharap apa yang kita kerjakan P2N mendapat barokah dan ridla dari Allah dan mendapat sesuatu yang bermanfaat untuk Indonesia. "Untuk umat umumnya, dan Nahdliyin khususnya," imbuhnya.

Ia menyatakan bahwa sekitar tiga minggu yang lalu, pengusaha dari Azerbaijan telah berkunjung ke PBNU dan bertemu langsung dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Kiai Said sendiri disebutnya sangat mendukung dengan rencana sinergi bisnis ini. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)