::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Indonesia Jadi Proyek Percontohan Pengembangan BMT

Jumat, 14 Agustus 2009 16:07 Warta

Bagikan

Jakarta, NU Online
Indonesia menjadi proyek percontohan (pilot project) untuk pengembangan pola Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di negara lain. Direktur Eksekutif Pusat Inkubasi Bisnis dan Usaha Kecil (Pinbuk), Aslichan Burhan, mengatakan, untuk mengembangkan pola BMT tersebut, Pinbuk bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IDB) dan Grameen Trust (anak perusahaan Grameen Bank).

Untuk mempelajari pola BMT di Indonesia, IDB akan melakukan tinjauan ke sejumlah BMT. Sebagai objek studi IDB, kata Aslichan, pihaknya akan memilih enam BMT. Namun saat ini beberapa BMT itu masih diidentifikasi.<>

“Untuk kunjungan pertama kami berencana ke BMT Dana Ukhuwah di Lembang Bandung,” ujar Aslichan di Jakarta, Jumat (14/8), dikutip dari Republika Online.

BMT yang menjadi objek studi di antaranya adalah BMT swadaya dengan pendekatan kelompok. Di tahap awal, lanjut Aslichan, IDB akan melakukan studi dan pembakuan manual untuk pengembangan BMT. “Setelah ada pembakuan manual baik dari standar prosedur dan manajemen nanti manual itu akan diperluas untuk digunakan di negara lain,” ujar Aslichan.

Ia menambahkan, IDB tertarik mengembangkan pola BMT karena bank yang dibentuk oleh negara-negara yang tergabung di Organisasi Konferensi Islam (OKI) ini mempunyai program penanggulangan miskin di negara-negara mayoritas muslim. Salah satu hal yang dilakukan untuk mendukung program tersebut adalah dengan melakukan studi pengembangan pola BMT.

Aslichan menuturkan ketertarikan IDB untuk melakukan studi pengembangan pola BMT di Indonesia tersebut disebabkan BMT memiliki karakteristik unik. BMT merupakan lembaga keuangan yang dimiliki oleh sejumlah masyarakat lokal dan digunakan untuk memberdayakan komunitas setempat.

“Di Malaysia juga ada lembaga keuangan mikro yang dikembangkan sampai ke daerah tapi polanya terpusat, begitu pula dengan Grameen Bank. Karena itu pola BMT di Indonesia terlihat unik karena bersifat sangat lokal,” kata Aslichan. Di BMT, jelasnya, keterlibatan dan peran serta masyarakat setempat pun sangat tinggi untuk mengembangkan BMT. (rif)