::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Santri Tafrijul Ahkam Lebak Dibekali Jurnalistik

Selasa, 11 September 2012 18:22 Daerah

Bagikan

Rangkasbitung, NU Online
Keterampilan jurnalistik telah menjadi kebutuhan yang makin disadari oleh kalangan pesantren. Hal tersebut ditunjukkan Pondok Pesantren Tafrijul Ahkam, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. <>

Pihak pesantren menggelar pelatihan jurnalistik pada Ahad (9/9) kemarin yang diikuti 30 orang wartawan santri, yang berasal dari kru redaksi Majalah Vista dan Mading Kresna Pesantren Tafrijul Ahkam, dengan menghadirkan kontributor NU Online, Ahmad Fahir.

Pengasuh Pesantren Tafrijul Ahkam, KH Adang Jazuli kepada NU Online di Rangkasbitung, Selasa mengatakan, pelatihan jurnalistik digagas sebagai upaya memberikan pembekalan kepada santri.

“Keterampilan jurnalistik sangat penting dikuasai oleh santri. Karenanya, kami menggelar pelatihan khusus bagi wartawan-wartawan santri yang selama ini terlibat dalam pengelolaan majalah dan mading pesantren,” kata Adang Jazuli.

Menurut Adang Jazuli yang juga alumnus Fakultas Syariah Institut Keislaman Hasyim Asy’ary (IKAHA) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, sejauh ini pihaknya mengelola dua penerbitan, yakni majalah dan majalah dinding. Majalah diterbitkan tiga bulan sekali. Sedangkan mading terbit tiap pekan.

Selain itu, lanjut Adang, pihaknya juga sedang menyiapkan pengembangan website pesantren sebagai media komunikasi dan informasi antara civitas pesantren dengan masyarakat luas.

“Kami berharap pelatihan ini dapat membekali kru-kru majalah Vista dan Mading Kresna tentang wawasan jurnalistik dan media. Ke depan kami harapkan mereka dapat menjadi ujung tombak dalam pengembangan media komunikasi pesantren,” paparnya.

Pesantren Tafrijul Ahkam didirikan pada 2003 dengan sistem perpaduan antara model pesantren modern dan pesantren salafiyah, mengadopsi model yang dikembangkan Pesantren Daarul Rahman, Jakarta.

Tafrijul Ahkam mengembangkan unit pendidikan MTs dan MA berasrama selama 6 tahun. Saat ini dihuni sebanyak 310 orang santri, yang berasal dari sekitar Kabupaten Lebak, Serang, Tangerang, Jakarta, Lampung hingga Palembang.

Lokasi pesantren ini hanya berjarak 100 meter dari “jembatan tali” Sungai Ciberang, yang dilalui siswa-siswa SD untuk melintas pergi sekolah, yang beritanya pernah menghebohkan dunia beberapa bulan silam.



Redaktur: A. Khoirul Anam