Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Pesantren Nurul Hadi Manaqiban

Rabu, 12 Februari 2014 07:30 Pesantren

Bagikan

Bantul, NU Online
Pondok Pesantren Nurul Hadi Gedong Kuning, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta, memperingati haul Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang wafat tanggal 11 Rabiul Tsani 561 H dengan menggelar manaqiban atau membaca kisah-kisah keteladanan Syekh Abdul Qodir.
<>
Semoga kita semua mendapatkan berkah dari beliau,” kata Kiai Imam Suhrowardi, pengasuh Pesantren Nurul Hadi dalam acara mujahadahan, Senin (10/2) malam.

Acara mujahadahan yang dimulai pukul 09.00 tersebut, dihadiri ratusan jamaah dari berbagai daerah di Kabupaten Bantul. Hujan yang mengguyur dari langit Yogyakarta sejak adzan Isya dikumandangkan tidak menyurutkan para jamaah untuk menghadiri acara tersebut.

Sebelum pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani, para jamaah dihibur dengan penampilan hadrah santri-santri Nurul Hadi. Setelah itu, jamaah pun larut dalam dzikir dalam mujahadahan yang dipimpin langsung oleh Kiai Imam Suhrowardi.

Kiai Sahal Widoro yang memberikan taushiyah setelah pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani mengatakan bahwa sebagai pengikut Ahlus Sunnah wal Jamaah, kita tidak perlu ragu-ragu untuk melakukan amaliah manaqiban.

“Yakin aja. Sebab, amaliah manaqiban itu bisa membuka pintu-pintu langit,” Ujarnya.

Selain itu, Kiai Sahal Widoro juga mengungkapkan, Syekh Abdul Qadir al-Jailani pernah berkata bahwa siapa saja yang berdoa kepada Allah SWT melalui perantara diriku (Syekh Abdul Qadir), niscaya doa tersebut akan dikabulkan. (Rokhim/Mahbib)