Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ribuan Warga Sarang Hadiri Haul Mbah Zubair Dahlan

Senin, 14 Juli 2014 07:01 Daerah

Bagikan

Sarang, NU Online
Menjelang waktu berbuka puasa, Sabtu sore (12/07), ribuan santri dan warga Sarang, Rembang, Jawa Tengah, memadati kompleks pemakaman Simpek, Sarang. Mereka sedang memperingati haul ke-45 KH Zubair Dahlan.
<>
Menurut Sekretaris Pengurus Santri Pesantren Al-Anwar Muhammad Arhanuddin, Mbah Zubair Dahlan, demikian biasa disapa, wafat pada tanggal 15 Ramadhan. Peringatan haul biasanya dilaksankan pada tanggal 14 atau 15 Ramadhan, tergantung situasi dan kondisi.

Ayahanda Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair ini merupakan pendiri Pesantren Ma’hadul Ulumusy Syar’iyyah (MUS) Sarang. Arhanuddin mengungkapkan, sosok Mbah Zubair sangat disegani dan dihormati, khususnya karena kealimannya.

“Kesederhanaan, tawadhu’ beliau saat ini (masih) diteladani santri-santri,” tambahnya kepada NU Online saat ditemui di kantor Pengurus Santri Pesantren Al-Anwar.

Arhanuddin mengatakan, Mbah Zubair Dahlan merupakan salah satu muridnya Mbah Faqih Maskumambang. Mbah Zubair juga aktif satu perjuangan dengan Mbah Hasyim Asy’ari dan Mbah Wahab Chasbullah, meskipun ia tidak masuk dalam jajaran kepengurusan NU pada saat itu.

Sementara itu, rangkaian acara haul Mbah Zubair Dahlan dimulai seusasi shalat. Ribuan santri dan warga membacakan surat Yasin dan Tahlil. Kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama di sekitar kediaman KH. Maimoen Zubari, Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang. (Muhammad Zidni Nafi/Mahbib)