::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PESANTREN FATAHILLAH

Latih Kemandirian Santri, Kembangkan Agro Pesantren

Jumat, 28 November 2014 03:01 Pesantren

Bagikan

Probolinggo, NU Online
Pesantren Fatahillah terletak di Desa Sumberkerang Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. Pesantren ini didirikan oleh KH. Nizar Jakfar pada tahun 1960 silam. Pesantren yang sudah mewarnai kehidupan masyarakat ini tidak hanya menerapkan sistem pembelajaran salafiyah saja, tetapi juga pembelajaran modern atau formal.
<>
Pesantren Fatahillah hanya mengenakan iuran sebesar Rp. 65 ribu per bulan pada santrinya. Dana tersebut diperuntukkan membeli persediakan bahan makanan. Pasalnya pesantren tersebut tidak mempunyai lahan sebagai sumber utama bahan makanan. Bahan makanan yang ada dimasak sendiri oleh para santri.

“Semua ini kami lakukan untuk melatih kemandirian santri. Sementara pengeluaran pesantren lainnya saya tanggung sendiri,” ungkap Pengasuh Pesantren Fatahillah KH. Gufron Maksum, Rabu (26/11).

Di pesantren ini, ada santri yang juga sama sekali tidak membayar iuran. Di mana hanya bayar SPP lembaga formal dan kitab atau hanya membeli kitab saja. “Kami sangat fleksibel untuk hal itu,” kata lelaki yang pernah mengenyam pendidikan di Pesantren Sidogiri Kabupaten Pasuruan ini.

Oleh karena tidak mempunyai sumber utama sebagai penyokong dana, maka ke depannya Pesantren Fatahillah ini akan mengembangkan agro pesantren. Yakni dengan memanfaatkan lahan pesantren untuk ditanami berbagai kebutuhan pokok. Rencananya, tanaman yang dikembangkan akan menggunakan polybag sebagai solusi keterbatasan lahan.

“Perlu terobosan baru untuk pengembangan pesantren. Hal itu sesuai dengan petuah dari abah yang mengatakan jangan ragu untuk menanggung makan orang, utamanya yang mencari ilmu,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)