::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Alumni Pesantren Annadhlah Gelar Dialog Terbuka soal Nahi Munkar

Senin, 01 Desember 2014 12:00 Pesantren

Bagikan

Alumni Pesantren Annadhlah Gelar Dialog Terbuka soal Nahi Munkar

Makassar, NU Online
Ikatan Alumni Pondok Pesantren An Nahdlah (IAPAN) Makassar mengadakan dialog terbuka di Masjid Nurul Ihsan Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (30/11).
<>
Diskusi bertema “Nahi Mungkar: Dakwah atau Kekerasan?” tersebut menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya Kadiv Humas Polda Sulselbar Kombes Pol. Endi Sutendi, KH. Syariansyah Al-Banjari sebagai ketua Dewan Syuro’ Nahi Mungkar DPD Front Pembela Islam Sulsel, dan Firdaus Muhammad, Dosen Komunikasi UIN Alauddin Makassar.

Dalam sambutannya, Pimpinan Umum Pondok Pesantren An Nahdlah KH. Afifuddin Harisah mengatakan, Agama Islam merupakan rahmat bagi alam semesta, dan kemungkaran bertentangan dengan rahmat. Dalam berdakwah, katanya, kita harus mengedepankan konsep dakwah “bil hikmah”, yaitu berdakwah dengan santun, tidak dengan kekerasan.

“Mungkar merupakan segala perbuatan yang menyimpan dari agama, serta berdampak pada kehidupan sosial dan keamanan masyarakat,” imbuh putra Anregurutta Harisah tersebut.

Sementara itu, menurut Kombes Endi Sutendi, sesuai amanah undang-undang, tugas kepolisian adalah mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat. Pada dasarnya, pesantren, masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan merupakan mitra kepolisian, bukan lawan. Maka dari itu, jika terjadi kekerasan dalam pelaksanaan dakwah beberapa organisasi kemasyarakatan, kami harus bertindak sesuai aturan yang berlaku, agar masyarakat yang lain tidak terganggu.

Firdaus Muhammad sebagai dosen komunikasi mengungkapkan perlunya peran media dalam dakwah. Dakwah dengan kekerasan justru menimbulkan antipati dari masyarakat, maka dari itu perlunya pemahaman dan pengamalan terhadap apa yang didakwahkan.

Dialog yang dipimpin oleh Sekretaris IAPAN Badruzzaman Harisah tersebut, dihadiri oleh Ketua IAPAN Makassar Firdaus Dahlan, dai dari berbagai lembaga dakwah, pengurus IPNU-IPPNU Makassar, serta guru dan ratusan santri Pesantren An-Nahdlah. (Muhammad Nur/Mahbib)