::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PBNU Dukung Penghentian Pengiriman TKW ke Timteng

Kamis, 07 Mei 2015 21:01 Nasional

Bagikan

PBNU Dukung Penghentian Pengiriman TKW ke Timteng

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mendukung langkah pemerintah menghentikan pengiriman TKW ke negara-negara di Timur Tengah. Untuk tenaga kerja laki-laki, hal ini masih dimungkinkan pengiriman ke sana. 
<>
Kiai Said yang menyelesaikan pendidikan S1 sampai dengan S3 di Arab saudi berpendapat laki-laki lebih tahan banting dan bisa keluar dari rumah majikannya. 

“Kalau perempuan ditahan, ruang hidupnya dibatasi empat tembok. Begitu masuk rumah, sudah ngak bisa keluar sama sekali. Apa pun yang terjadi di dalam rumah ini, tetangga sebelah tidak tahu. Mereka rentan dieksploitasi,” jelasnya di gedung PBNU, Kamis. 

Tradisi masyarakat di Arab Saudi memang sangat tertutup. Mereka yang bukan muhrim tidak bisa masuk dalam rumah. Tamu hanya diterima di luar pagar karena keluarga di Saudi menganggap aib kalau orang yang bukan muhrim istri dan anak perempuannya kelihatan.

“Dampak jeleknya, apapun yang terjadi di dalam rumah kita tidak tahu. TKW diapakan, kita tidak tahu. Disana ngak ada LSM, ngak ada pengacara yang siap membantu,” tandasnya. 

Hal ini berbeda jika permasalahan yang timbul terjadi antara sesama orang Arab Saudi sendiri karena masing-masing akan dimediasi oleh sukunya sedangkan bagi orang asing, pihak kedutaan atau bahkan polisi pun akan kesulitan untuk masuk.

Ia menilai, TKW yang pergi ke Taiwan dan Hongkong lebih baik perlakuannya karena mendapat perlindungan yang lebih baik dan hak libur setiap akhir pekan. 

“Yang ke Saudi Arabia dan Timur Tengah pada umumnya lebih sering terjadi kasus penzaliman. Kalau di Taiwan dan Hongkong juga terjadi satu dua kasus, tapi kecil. (mukafi niam)