::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Didirikan Aktivis NU, Pesantren Ini Menjadi “Center of Excellence” di Kota Depok

Selasa, 01 Desember 2015 05:01 Pendidikan Islam

Bagikan

Didirikan Aktivis NU, Pesantren Ini Menjadi “Center of Excellence” di Kota Depok

Tahun 2013 lalu, Madrasah Aliyah (MA) Al-Nahdlah Depok pertama kali ikut serta dalam agenda pendidikan nasional yaitu Ujian Nasional (UN).  Namun salah seorang siswa angkatan pertamanya sudah meraih nilai rata-rata tertinggi pertama tingkat MA se-Depok.<>

Ia adalah Luthfi Mafatihu Rizqia. Siswa kelahiran Bandung ini mendapatkan nilai rata-rata 8,9 (delapan koma Sembilan). Bersama siswa MA Al-Hamidiyah yang mendapatkan peringkat kedua, dan satu siswa lagi yang mendapatkan juara ketiga, Luthfi mendapatkan penghargaan khusus dari Kementerian Agama Kota Depok.

MA Al-Nahdlah terintegrasi dengan Pondok Pesantren al-Nahdlah atau Al Nahdlah Islamic Boarding School yang beralamat di kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Pesantren ini dirintis oleh beberapa aktivis muda NU. Mereka adalah Hilmi Muhammadiyah, Asrorun Niam Sholeh, Sulthan Fatoni, Abdullah Masud, Ridwan Taiyeb, dan Khoirul Hadi Nasution.

Di atas tanah ilalang, sepuluh tahun yang lalu sebuah gedung mulai dibangun. Gedung ini merupakan buah hasil pemikir-pemikir muda NU dalam wadah yayasan yang mereka beri nama eLSAS (Lembaga Studi Agama dan Sosial) yang eksis mengkaji masalah-masalah agama dan sosial sesuai dengan namanya. Nama “Al-Nahdlah” pun dipilih sebagai langkah kebangkitan sebuah pendidikan. Nama Al-Nahdlah juga dinisbatkan kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Pesantren ini menerapkan model pembelajaran yang terintegrasi (Integrated Learning System) antara pendidikan umum dan agama, dengan moto “Center of Excellence” (Pusat Keunggulan).    

Pada 2006, pesantren ini memulai proses pembelajaran untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs). Siswanya tidak hanya bersal dari daerah Depok, tetapi juga daerah lain di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Di tahun berikutnya, rekrutmen peserta didik MTs. Al-Nahdlah menjadi lebih selektif. Hanya siswa yang mempunyai keunggulan akademis saja yang diutamakan, dan itu pun dibatasi hanya 25 orang. Tahun-tahun berikutnya Al-Nahdlah mulai menjadi madrasah dan pesantren yang pantas diperhitungkan di Kota Depok dengan berbagai macam torehan prestasi.

Sejak didirikan pesantren ini sudah meraih banyak sekai prestasi tingkat daerah dan nasional, antara lain Juara Umum Porseni Muharram, Juara I Lomba Pidato Bahasa Arab, Juara Umum Olimpiade MIPA HAB Departemen Agama Depok ke 64, Juara II & III      Lintas Alam Nusantara dalam Event Exploting Nusantara Art and Culture Smart Ekselensia, Juara II Cerdas Cermat Matematika, Juara I        Olimpiade MIPA Kategori Fisika dan Kimia, Juara 1 Pidato Bahasa Inggris Porseni, sampai Sekolah Terbaik di Kota Depok.

Empat tahun MTs al-Nahdlah didirikan dan meluluskan siswanya, tahun berikutnya pesantren ini mendirikan Madrasah Aliyah (MA). Konsep sekolah lanjutan tingkat atas ini sama dengan MTs yang didirikan sebelumnya, yakni terintegrasi dengan pondok pesantren.

Menurut Kepala MA Al Nahdlah, H Abdullah Mas’ud, semua siswa diwajibkan tinggal dan mengikuti semua kegiatan yang diterapkan di asrama atau pondok pesantren.

“Dulu kita pernah menerima siswa yang pulang-pergi, tapi malah justru menjadi virus bagi anak yang ada di dalam (pesantren). Akhirnya semua kami wajibkan tinggal di asrama. Selain itu kalau ada yang tinggal di luar, pembinaannya tidak full,” kata Mas’ud, di Depok, Senin (23/11).

Secara akademik, MA Al Nahdlah membagi siswanya ke dalam tiga jurusan, yakni sosial, keagamaan dan sains. “Yang keagamaan mau kita jadikan pillot project yang menjadi acuan untuk madrasah lain,” tambahnya.

Menjelang akhir masa pendidikan siswa MA An-Nahdlah mendapatkan tugas akhir menyusun paper sesuai dengan jurusan masing-masing. Mereka harus punya penelitian sesuai jurusan masing-masing melalui program pembinaan terstruktur. Mereka juga akan diarahkan dan difasilitasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan bakat dan minat.

Sebelum lulus, siswa MA mengikuti Program Pengabdian Masyarakat (PPM). Para siswa ditempatkan di daerah terpencil dan berbaur dengan masyarakat setempat. “Tahun kemarin di Bogor. Tahun ini di Cibinong. Mereka ngajari masyarakat di sana,” kata Mas’ud.

Al Nahdlah Islamic Boarding School cukup punya nama di wilayah Depok dan Jawa Barat karena aktif mengkutsertakan para siswanya dalam berbagai ajang perlombaan. Pesantren ini tercatat pernah menjuarai Lomba Baca Kitab Kuning pada Mutsabaqoh Fahmi Kutubit Turats se-Jawa Barat, Juara Lomba Cerdas Cermat Matematika XI Tingkat MTs Jabodetabek, Juara Lomba Lintas Nusantara SMART Expo Nasional, Juara II Lomba yel-yel Kegiatan Roadshow Kesehatan Sekolah se-Depok, Juara Olimpiade Matematika (Optika) XII Se-Jawa Barat, Juara 2 Ketrampilan Kepramukaan Penegak Putri se Kota Depok, Juara Olimpiade Biologi (KKM MTs Depok) Depok, dan Juara Olimpiade Fisika (KKM) MTs Depok. Di bidang olah raga, pesantren ini juga mencatatkan prestasi untuk cabang atletik tingkat Kota Depok dan Jawa Barat.

Awal tahun 2014 lalu, Al-Nahdlah Islamic Boarding School bersuka cita dan menunjukkan jati dirinya sebagai “center of exellence” dengan memborong 8 penghargaan. 7 gelar juara diperoleh di ajang Muhadhoroh Kubro se-Jabodetabek yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Mukhlishin Ciseeng Bogor. Sedangkan 1 gelar juara lagi disabet dari Sonic Linguistic 2014 yang diselenggarakan oleh MAN Insan Cendekia Serpong.

Tahun 2015 ini, Al-Nahdlah Islamic Boarding School meluncurkan beberapa agenda dalam rangka memperingati 10 tahu berdirinya. Al Nahdlah telah menggelar acara bulan bahasa yang diisi dengan beberapa lomba, diantaranya lomba puisi, story telling, kisah para sahabat dan pahlawan Indonesia. (A. Khoirul Anam)

 

Foto: Launching 10 Tahun Al Nahdlah Islamic Boarding School 2015