::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tuntutan Mewadahi Nahdliyin, MWCINU Riyadh Dideklarasikan

Senin, 14 Desember 2015 10:00 Internasional

Bagikan

Tuntutan Mewadahi Nahdliyin, MWCINU Riyadh Dideklarasikan

Riyadh, NU Online
Selain Jeddah, Makkah dan Madinah, kota besar lain di Arab Saudi yang ditinggali oleh WNI Nahdliyin adalah Riyadh. Di Riyadh, setidaknya terdapat lebih dari 1.000 orang yang berafiliasi secara kultural dengan NU. Untuk itulah, agar aspirasi dan pengorganisiran Nahdliyin lebih intens, dibentuklah Majelis Wakil Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCINU) Riyadh.
<>
Prosesi pendeklarasian berlangsung pada Jumat (11/12) di salah satu istirahah (rest area) di kota Riyadh setelah melalui sebuah musyawarah. Acara pembukaan diawali dengan pembacan kasidah oleh Grup Marawis Aswaja al-Banjari.

Musyawarah diisi antara lain dengan pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi yang kemudian dilanjutkan pemilihan Ketua Tanfidziyah MWCINU Riyadh dipandu oleh Anas Dliyaul Muqsith, kader NU yang kuliah di Pascasarjana Jami'ah al-Imam Muhammad ibn Su'ud. Nama-nama yang masuk dalam Ahlul Halli wal Aqdi adalah Ustadz Adnan, Ustadz Abdul Malik an-Namiri, Ustadz Anas Dliyaul Muqsith, Ustadz Musholli dan Ustadz Ah. Ja'far.

Sistem komite terbatas tersebut menetapkan Ustadz Abdul Malik an-Namiri sebagai Rais Syuriyah MWCINU Riyadh dan Ustadz Nur Hamid sebagai ketua tanfidziyah  MWCINU Riyadh. Ustadz Abdul Malik merupakan ketua Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia Riyadh (FSWNIR) sementara Ustadz Nur Hamid adalah ketua Majlis Ta'lim Darut Taufiq.

Dalam kata sambutan, keduanya menekankan pentingnya berorganisasi. Menurutnya, selain dapat menjadi wadah aspirasi Nahdliyin, organisasi, dalam hal ini MWCINU, juga dapat membentengi diri dari amaliyah yang bertentangan dengan Aswaja an-Nahdliyyah.

Selain dari jamaah pengajian FSWNIR dan Majelis Ta'lim Darut Taufiq, turut hadir dalam acara ini adalah mahasiswa Jami'ah Malik Su'ud dan kader-kader NU yang kuliah di Jami'ah al-Imam Muhammad ibn Su'ud. (Irza A. Syaddad/Mahbib)