::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

LKKNU Kembangkan Keluarga Shaleh dan Shalehah

Rabu, 23 Desember 2015 13:10 Nasional

Bagikan

LKKNU Kembangkan Keluarga Shaleh dan Shalehah

Jakarta, NU Online
Saat ini, setiap keluarga ingin memiliki anak yang shaleh dan shalehah karena merekalah yang nantinya bisa berbuat baik dan mendoakan keluarga. Sayangnya, para orang tua sendiri tidak mau berefleksi bagaimana mereka bisa menjadi ayah yang shaleh dan ibu yang shalehah.
<>
Demikian dikatakan oleh Ketua LKKNU Ida Fauziyah di gedung PBNU, Rabu (23/12).

“Kita harus bisa menjadi orang tua yang shaleh dan shalehah agar mampu menghasilkan anak yang shaleh dan shalehah,” kata Anggota DPR RI ini.

Ia menjelaskan, permasalahan keluarga saat ini semakin kompleks dengan semakin tingginya tingkat perceraian yang tentu berdampak buruk, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Dalam menciptakan keluarga yang shaleh dan shalehah ini, maka LKKNU menyebutnya sebagai keluarga maslahah, yang sejahtera secara lahir yaitu tercukupinya berbagai kebutuhan fisik dan secara batin yaitu terjalinnya hubungan yang harmonis diantara seluruh anggota keluarga. 

Kepala BKKBN Widya Chandra yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan tentang masalah perkawinan diri yang masih banyak terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Pada perkawinan diri, risiko perceraian lebih tinggi dibandingkan dengan perkawinan yang dilakukan pada usia yang sudah matang. 

Menurutnya, untuk mengurangi terjadinya perkawinan diri ini, pemerintah harus menyediakan akses pendidikan.

“Kalau ngak sekolah lagi, mereka mau ngapain?” tanyanya. (Mukafi Niam)