::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pemuda Palestina Tewas Ditembak oleh Tentara Mesir

Jumat, 01 Januari 2016 22:09 Internasional

Bagikan

Rafah, NU Online
Seorang pemuda warga Jalur Gaza, Palestina, ditembak hingga tewas oleh pasukan penjaga perbatasan Mesir di garis Perbatasan Rafah-Gaza, Semenanjung Sinai.
<>
Pihak berwenang di Rafah mengatakan pemuda bernama Ishak Hassan itu ditembak setelah melintasi beberapa meter ke dalam tanah wilayah Mesir di Rafah.

Menurut Surat Kabar "Dunia Al Watan", pihak berwenang Mesir pada Rabu (3012) malam secara khusus mengizinkan pembukaan Pintu Penyeberangan Darat Rafah-Gaza untuk membawa jenazah korban dengan ambulans guna diserahkan kepada keluarganya di Gaza.

Tidak dijelaskan motif penyusupan pemuda Palestina tersebut ke wilayah Mesir.

Warga Gaza belangan ini dikabarkan kerap menyusup ke wilayah Mesir dengan tujuan membeli bahan makanan sejak ratusan terowongan bawah tanah yang menghubungkan Gaza-Rafah dihancurkan oleh tentara Mesir atas perintah Presiden Abdel Fatah Al Sisi.

Padahal terowongan-terowongan ilegal itu menjadi jalan satu-satunya bagi warga Gaza yang diembargo Israel, untuk mengakses pembelian bahan kebutuhan pokok seperti makanan, BBM, dan bahan bangunan.

Dua pekan lalu, seorang pemuda Gaza, Ehab Hamdan Marzouq Al Shaer ditembak hingga Tewas di kawasan garis perbatasan Al Shallafa, pinggiran Kota Rafah.

Tak menentu

Sementara itu, Pintu Penyeberangan Rafah-Gaza sejauh ini masih diberlakukan buka-tutup, namun waktunya tidak menentu.

Ratusan warga Gaza tampak tertahan di Rafah untuk menunggu dibukanya Pintu Penyebarangan Rafah.

"Sudah lebih dua bulan kami tertahan di sini (Rafah), entah kapan Rafah kembali dibuka agar kami bisa kembali ke rumah di Gaza lagi," ujar Fatimah kepada Antara di Rafah.

Wanita setengah baya itu sebelumnya mendapat izin resmi masuk Mesir untuk mengantar anaknya berobat di salah satu rumah sakit di Kairo. 

Fatimah sesekali menatap layar telepon genggam merek Samsung di tangannya dengan penuh harap.

Rapanya wanita berkerudung hitam dengan kostum panjang serba hitam itu setiap saat mengikuti berita di laman internet resmi yang dikelola Pemerintah Palestina di Gaza, "Al Shafhah Al Rismiya: Akhbar Mabar Rafah Al Barri" (Laman Remi: Pintu Penyebarang Darat Rafah)".

Laman internet berbahasa Arab bergambar mantan pemimpin Palestina Mendiang Yasser Arafat dengan kalimat kutipan perkataan Arafat "Anaa Laa Ansaak, Palestina" (Saya Takkan Melupakanmu, Palestina), itu secara khusus meng-update perkebangan terbaru Pintu Penyeberang Rafah-Gaza.

Laman itu juga mewanti-wanti kepada warga Gaza yang ingin masuk atau keluar dari Gaza untuk tidak mempercayai kabar burung mengenai pembukaan Pintu Penyeberangan, dan hendaknya menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang Mesir.

Belakangan ini berseliweran berita tidak resmi bahwa Pintu Penyeberangan sedianya dibuka hari Senin dan Selasa lalu (28-29/12), namun ditunda hingga Sabtu, 2 Junuari 2016.

Pihak berwenang di Rafah ketika dikonfirmasi, hanya mengangkat kedua tangan dengan bahasa tubuh mengesankan ketidakpastian.

Penyeberangan Rafah merupakan satu-satunya pintu perbatasan yang menghubungkan Gaza dan dunia luar. (Antara/Mukafi Niam)