::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Leader Camp PMII Jombang untuk Paham Peta Gerakan

Ahad, 10 Januari 2016 05:01 Daerah

Bagikan

Jombang, NU Online
Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Jombang, Jawa Timur akan berlangsung pada tanggal 29-30 Januari 2016 mendatang. Para calon pengurus cabang didorong untuk memahami peta untuk bergerak di berbagai sektor.
<>
Dorongan tersebut dikemas dalam kegiatan leader camp dengan beberapa konsep dan materi-materi yang menunjang pemahaman peserta terhadap peta gerakan tersebut. Leader camp akan dilaksanakan sebelum Konfercab, tanggal 15-18 mendatang di aula Islamic Center Jombang.

Peserta kegiatan akan mendapat materi penunjang kesiapan menjadi pengurus cabang yang mumpuni. Mereka diajak terjun lapangan (junlap) untuk pendataan program-program dinas dan pemerintahan Jombang sebagai bekal pengawalan pada masa kepengurusan PC PMII Jombang ke depan.

Ketua Penyelenggara leader camp A Syamsul Arifin menegaskan, calon pengurus PMII tingkat cabang hendaknya sudah bisa memahami wilayahnya untuk pengawalan baik berupa kebijakan pemerintah ataupun pemberdayaan masyarakat. Hal ini akan membantu menggerakkan PMII Jombang secara keseluruhan dalam pengawalan dan pendampingan terhadap keberadaan, sistem dan program pemerintah.

“Dalam waktu yang tidak lama, setidaknya mereka sudah memiliki gambaran untuk melakukan aksi-aksinya, di leader camp nanti secara umum mereka akan digenjot benar untuik memetakkan berbagai wilayanh yang patut mereka kawal dalam kepengurusan selanjutnya,” tegas Syamsul kepada NU Online, Sabtu (9/1).

Ia menambahkan, gerakan PMII dalam pengawalan-pengawalan tersebut, perlu didorong ketajaman analisa pengurus cabang dalam meng-update informasi yang berkembang  melalui data-data yang sudah diperoleh saat junlap.

“Perlu mempertajam analisa-analisa setelah mendapat data-data tersebut, jangan-jangan sudah ada perubahan. Hal ini yang perlu mereka jaga juga,” ungkapnya. (Red: Abdullah Alawi)