::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak

Rabu, 20 Januari 2016 15:00 Internasional

Bagikan

Konferensi Perdana PCINU Hongkong Cukup Semarak
Jakarta, NU Online
Ketua PBNU Prof DR H Maksum Mahfudzh membuka konferensi perdana Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Hongkong. Ia mengajak pengurus dan warga NU di Hongkong untuk tetap mempertahankan identitas keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah NU di tanah rantau.

“Tidak ada organisasi mana pun di dunia ini yang mempraktikkan toleransi lebih baik dari NU. Di Indonesia saat ini juga kita juga sedang mengadakan Apel Kebinekaan tepatnya di Lapangan Banteng. Yang jelas, saya sangat terharu atas antusias warga NU di sini,” kata H Maksum di hadapan sebanyak 300 warga NU yang menghadiri konferensi.

Tampak hadir Mustasyar PCINU Hongkong KH Abdul Muhaimin Hakim, H Nabil Harun, Rais Syuriyah PCINU Hongkong Teguh Subaryanto, Ketua PCINU Hongkong H Zal Aidi di arena konferensi di Gedung KJRI lantai 2F Ruang Ramayana , Ahad (17/1) siang. Mereka mendapatkan fasilitas gratis gedung dari KJRI untuk Hongkong yang berkapasitas 300 orang.

Sebanyak 10 MWCNU di Hongkong menjadi peserta konferensi. Mereka memilih lima orang anggota Ahlul Halli wal Aqdi dari sepuluh kandidat yang ada. Lima anggota Ahlul Halli ini yang kemudian bermusyawarah untuk menetapkan Rais Syuriyah PCINU Hongkong. Mereka kemudian sepakat menunjuk kembali Teguh Subaryanto sebagai Rais Syuriyah PCINU Hongkong.

Sementara sembilan utusan MWCNU di Hongkong melakukan pemungutan suara untuk memilih Ketua PCINU Hongkong. Sebanyak sembilan suara ini sepakat bulat memilih H Abdurrazak sebagai Ketua baru PCINU Hongkong.

Konferensi ini ditutup oleh H Nabil Harun yang juga Musytasyar PCINU Hongkong. Menurutnya, konferensi PCINU Hongkong sudah sangat bagus untuk ukuran cabang NU di luar negeri. Sidang-sidang berlangsung secara aktif dan dinamis.

“Mereka bahkan secara ketat menolak hak suara 1 MWCNU yang tidak memenuhi syarat konferensi dilihat dari faktor keaktifannya sehingga dari 10 itu hanya 9 MWCNU yang memiliki hak suara,” ujar Nabil.

Forum ini merekomendasikan pengurus baru untuk mendorong terbentuknya Muslimat NU, Fatayat NU, Lazisnu, Lakpesdam, Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) di Hongkong. Pertemuan ini juga merekomendasikan terbentuknya KMNU Hongkong karena banyaknya mahasiswa Indonesia yang belajar di sana.

“Rekomendasi itu masuk akal mengingat besarnya jumlah perempuan NU di sana dengan angka usia yang berimbang antara Muslimat dan Fatayat NU,” kata Nabil.

Mereka menunjuk Umi Muawanah sebagai koordinator pembentukan Muslimat dan Fatayat NU Hongkong. Sementara Agus Dardiri Junaidi diamanahkan untuk merintis pembentukan Lazisnu dan Lakpesdam NU Hongkong.

Jumlah warga NU di Hongkong diperkirakan mencapai angka 150.000 orang. (Alhafiz K)